Penandatanganan MoU UP45 dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan PKS Pusat Studi CSLIG dengan Balitbangda Kutai Kartanegara

Pada Jumat, (23/09/2022) dilaksanakan penandatanganan MoU antara Universitas Proklamasi 45 dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Studi Center for Strategy Leadership and Innovative Governance Universitas Proklamasi 45 dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Kutai Kartanegara. Penandatanganan dilaksanakan di Rumah Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara pada pukul 08.00-09.00 WIB. Penandatanganan MoU dan PKS ini dilaksanakan dalam rangka Sinergitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Berkelanjutan di Kutai Kartanegara.

Kerja Sama ini ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, H Rendi Solihin dan Febriyanti Angelia Ginting, S.Pd., M.Sc., selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama. Wakil Bupati Kutai Kartanegara, H Rendi Solihin, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Universitas Proklamasi 45 atas terjalinnya kerja sama dalam bidang riset dan pengembangan. Khususnya bidang pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Terima kasih atas kehadirannya di Kutai Kartanegara, sehingga kerja sama di bidang riset dan pengembangan pembangunan bisa terwujud dengan ditandatanganinya MoU ini, khususnya pembangunan di Kukar ke depan,” ujar Rendi.

Rendi berharap, kerja sama dalam bidang riset dan pengembangan ini dapat membantu dalam penguatan pembangunan yang ada di Kutai Kartanegara. “Itu harapan besar kami Pak,” harap Rendi.

 

Direktur Eksekutif Pusat Studi Center for Strategic Leadership and Inovatif Governance Universitas Proklamasi 45, Tomy Veryanto Bawulang berjanji akan menjaga kehormatan atas kerja sama itu. Beliau juga akan memberikan yang terbaik dalam kolaborasi pengabdiannya untuk Kutai Kartanegara.

Diharapkan kerja sama tersebut dapat terus berjalan demi pembangunan berkelanjutan di Kutai Kartanegara, sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat. “Kami akan menjaga kehormatan ini dan akan berupaya memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan sebagai wujud pengabdian kami, semoga ini terus berkelanjutan demi pembangunan Kukar dimasa depan,” harap Tomy.

Mahasiswa UP 45 Wajib Bekali Diri dengan Kompetensi

Mahasiswa baru Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta diwajibkan tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan atau hard skill saja. Tetapi selama kuliah juga diharapkan mengikuti kegiatan kampus agar memiliki kompetensi atau soft skill sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

“Sehingga saat lulus tidak hanya mengantongi ijazah dan transkrip nilai saja. Namun juga memiliki sejumlah kompetensi yang bisa menjadi modal untuk berkiprah di masyarakat,” kata Rektor UP 45 Yogyakarta, Dr Benedictus Renny See SH, SE, MH pada penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Yogyakarta, Sabtu (17/9/2022).

Penutupan PKKMB dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Nuralam, SE, MSi dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Febriyanti Angelia Ginting, SPd, MSc. PKKMB diikuti seluruh mahasiswa baru UP 45 tahun 2022/2023 secara luar jaringan (Luring) dan dalam jaringan (Daring).

Lebih lanjut Benedictus Renny See menyebutkan beberapa kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa. Di antaranya, Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS ), sertifikasi komputer, dan kompetensi-kompetensi lain.

“Kalian yang ingin berwiraswasta, ada sertifikasinya. UP 45 menyiapkan adik-adik betul-betul bisa mandiri, bertanggung jawab, memiliki karakter. Karena itu, mari kita bersama-sama bangun kebersamaan dan cintai UP 45 dengan sepenuh hati,” kata Renny See.

Menurut Renny See, tidak ada batasan umur, tidak alasan untuk selalu menambah ilmu, baik secara formal maupun informal. Banyak mahasiswa baru UP 45 yang sudah bekerja tetapi masih ingin menambah ilmu dan kuliah di UP 45. Mereka mau capek-capek belajar. Mereka pasti memiliki motivasi.

“Sebab ilmu itu selalu berkembang. Saat ini, dunia sedang memasuki era 4.0, globalisasi dan digitalisasi. Saudara akan bekerja dan bersaing di masyarakat dengan teman-teman saudara dari universitas lain, bahkan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia,” kata Renny See.

Karena itu, Renny See mengharapkan mahasiswa agar manfaatkan waktu selama kuliah di UP 45 untuk belajar dengan sebaik-baiknya. “Jangan membuang-buang waktu, saudara aktif di dalam dan luar kelas. Ikuti kegiatan kampus yang sesuai dengan keinginan. UP 45 hanya membatasi kalian maksimal 14 semester,” harapnya.

Kemudian kepada mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Yayasan Proklamasi 45, Renny See mengingatkan mempunyai beban dan tanggung jawab. Mahasiswa penerima beasiswa minimal memiliki indek prestasi komulatif (IPK) 3,0. “Kalau IPK di bawah ketentuan, maka beasiswa akan dihentikan,” kata Renny See sambil mengingatka kuliah perdana akan dimulai Senin (19/9/2022).

Rektor mengakhiri pesannya dengan mengajak seluruh mahasiswa baru bersama-sama melatunkan lagu Can’t Help Fallowing in Love yang dipopulerkan penyanyi Amerika Serikat, Elvis Presley. Lantunan lagu diawali dengan tiupan Saksopon oleh Rektor UP 45.

Sedang Wakil Rektor, Nuralam menambahkan di era digitalisasi, kejadian di Kampus UP 45 dapat terpantau dari seluruh dunia hanya dalam hitungan detik. Hal ini karena kemajuan teknologi informasi yang bisa menghubungkan antar manusia diseluruh dunia.

“Kalian tidak perlu berkecil hati kuliah di UP 45. Sebab ketika lulus dan mencari pekerjaan tidak ditanya Anda lulusan dari mana. Tetapi Anda mempunyai kompetensi apa?” kata Nuralam.

Karena itu, Nuralam mengharapkan seluruh mahasiswa baru UP 45 wajib aktif dalam organisasi agar bisa mendapatkan kompetensi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

“Ada mahasiswa biasa-biasa saja, tetapi aktif dalam organisasi dan pandai berkomunikasi. Ketika terjun di masyarakat mereka sudah siap bekerja. Karena itu, saya mengharapka agar kalian mengikuti berbagai kegiatan intra dan extra di kampus. Namun Anda tetap fokus pada kuliah agar bisa lulus lebih cepat, tidak boleh lebih dari 14 semester,” kata Nuralam.

Sementara Simion Egi Perdana SH MM, Ketua Panitia PKKMB 2022 mengatakan pengenalan kampus di UP 45 berlangsung Kamis – Sabtu (15-17/9/2022). Mahasiswa baru diperkenalkan kehidupan kampus beserta unit-unitnya. Juga program studi, himpunan mahasiswa (HM) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di UP 45.

“Harapan PKKMB, karena kehidupan kampus berbeda dengan sekolah, sehingga mahasiswa baru tidak kaget dan terbiasa dengan kehidupan kampus. Mereka bisa mengenal kampus, sebelum perkuliahan dimulai,” kata Simion.

PKKMB 2022 UP 45, mengangkat tema ‘Mewujudkan Intelektual Proklamator Muda yang Unggul dan Berkarakter.’ Harapannya, bisa menyiapkan generasi 5.0 yang memiliki karakter dan unggul di segala bidang.

“PKKMB juga memperkenalkan kiat sukses belajar dan mengembangkan diri di perguruan tinggi melalui konsepsi dan praktik Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Merancang hari esok generasi unggul yang mandiri dan bertanggung jawab. Mewujudkan mahasiswa menjadi pembelajar yang lincah dan tangguh (powerful agile learner),” tambah Simion. (*)

Sumber: Jogjapaper.net

Rektor UP 45 : Mahasiswa Wajib Bekali Diri dengan Kompetensi

Rektor Universitas Proklamasi 45, Dr. Benedictus Renny See SH, SE, MH mengatakan seorang lulusan perguruan tinggi tidak cukup mengantongi ijazah dan transkrip nilai saja. Tetapi mahasiswa harus melengkapi diri dengan sejumlah kompetensi agar bisa bersaing di masyarakat.

Rektor UP 45 mengemukakan hal tersebut pada penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Yogyakarta, Sabtu (17/9/2022). Penutupan PKKMB dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Nuralam, SE, MSi dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Febriyanti Angelia Ginting, SPd, MSc. PKKMB diikuti seluruh mahasiswa baru secara luar jaringan (Luring) dan dalam jaringan (Daring)

Lebih lanjut Benedictus Renny See menyebutkan beberapa kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa. Di antaranya, Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS ), sertifikasi komputer, dan kompetensi-kompetensi lain.

“Kalian yang ingin berwiraswasta, ada sertifikasinya. UP 45 menyiapkan adik-adik betul-betul bisa mandiri, bertanggung jawab, memiliki karakter. Karena itu, mari kita bersama-sama bangun kebersamaan dan cintai UP 45 dengan sepenuh hati,” kata Renny See.

Menurut Renny See, tidak ada batasan umur, tidak alasan untuk selalu menambah ilmu, baik secara formal maupun informal. Banyak mahasiswa baru UP 45 yang sudah bekerja tetapi masih ingin menambah ilmu dan kuliah di UP 45. Mereka mau capek-capek belajar. Mereka pasti memiliki motivasi.

“Sebab ilmu itu selalu berkembang. Saat ini, dunia sedang memasuki era 4.0, globalisasi dan digitalisasi. Saudara akan bekerja dan bersaing di masyarakat dengan teman-teman saudara dari universitas lain, bahkan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia,” kata Renny See.

Karena itu, Renny See mengharapkan mahasiswa agar manfaatkan waktu selama kuliah di UP 45 untuk belajar dengan sebaik-baiknya. “Jangan membuang-buang waktu, saudara aktif di dalam dan luar kelas. Ikuti kegiatan kampus yang sesuai dengan keinginan. UP 45 hanya membatasi kalian maksimal 14 semester,” harapnya.

Kemudian kepada mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Yayasan Proklamasi 45, Renny See mengingatkan mempunyai beban dan tanggung jawab. Mahasiswa penerima beasiswa minimal memiliki indek prestasi komulatif (IPK) 3,0. “Kalau IPK di bawah ketentuan, maka beasiswa akan dihentikan,” kata Renny See sambil mengingatka kuliah perdana akan dimulai Senin (19/9/2022).

Rektor mengakhiri pesannya dengan mengajak seluruh mahasiswa baru bersama-sama melatunkan lagu Can’t Help Fallowing in Love yang dipopulerkan penyanyi Amerika Serikat, Elvis Presley. Menyanyi bersama diawali dengan tiupan Saksopon oleh Rektor UP 45.

Sementara Simion Egi Perdana SH MM, Ketua Panitia PKKMB 2022 mengatakan pengenalan kampus di UP 45 berlangsung Kamis – Sabtu (15-17/9/2022). Mahasiswa baru diperkenalkan kehidupan kampus beserta unit-unitnya. Juga program studi, himpunan mahasiswa (HM) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di UP 45.

“Harapan PKKMB, karena kehidupan kampus berbeda dengan sekolah, sehingga mahasiswa baru tidak kaget dan terbiasa dengan kehidupan kampus. Mereka bisa mengenal kampus, sebelum perkuliahan dimulai,” kata Simion.

PKKMB 2022 UP 45, mengangkat tema ‘Mewujudkan Intelektual Proklamator Muda yang Unggul dan Berkarakter.’ Harapannya, bisa menyiapkan generasi 5.0 yang memiliki karakter dan unggul di segala bidang.

“PKKMB juga memperkenalkan kiat sukses belajar dan mengembangkan diri di perguruan tinggi melalui konsepsi dan praktik Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Merancang hari esok generasi unggul yang mandiri dan bertanggung jawab. Mewujudkan mahasiswa menjadi pembelajar yang lincah dan tangguh (powerful agile learner),” tambah Simion. (*)

Sumber: Jurnal Perguruan Tinggi

Mahasiswa KKN UP 45 Ajak Warga Pantai Depok Kelola Sampah

JURNAL PERGURUAN TINGGI — Selama ini sampah yang berada di destinasi wisata, Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum dikelola dengan baik. Sampah dari warung-warung kuliner dikumpulkan kemudian dibuang di tempat pembuangan sampah pinggir Sungai Opak dan dibakar.

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta berhasil mengajak warga Pantai Depok untuk mengelola sampah. Mahasiswa KKN UP 45 berhasil membuat kesepakatan dengan pelaku warung kuliner dan warga setempat untuk memilah sampah mulai dari rumah tangga (RT).

“Inisiasi mahasiswa KKN UP 45 itu akan kita awali Jumat, (2/9/2022). Kita akan mengecek kesepakatan warung-warung kuliner dan warga Depok. Jadi kita akan melakukan bersih pantai, sekaligus mengecek kembali atas komitmen warung-warung kuliner dan warga. Terkait dengan pilah sampah, karena kegiatan sampah itu harus dimulai dari sampah rumah tangga,” Cahya Widada, Panewu Kretek pada penarikan mahasiswa KKN UP 45 di Kalurahan Parangtritis, Kamis (1/9/2022).

Sampah akan dipilah, kata Cahya Widada, menjadi tiga macam yaitu sampah kertas, sampah plastik dan sampah organik. Sampah tersebut nanti bisa didaur ulang yang memiliki nilai ekonomi. “Sedang sampah yang tidak bisa didaur ulang, harapan kami bisa diolah dengan alat yang berasal dari UP 45 dengan pirolisis yang bisa menghasilkan minyak,” katanya.

Saat ini, tambah Cahya Widada, alat pirolisis itu sudah ada di gedung pengolahan sampah bantuan dari UP 45 di Pantai Depok. Namun alat tersebut dinilai Cahya Widada baru setengah proses, belum sampai hasil akhir pengolahan sampah yang bisa dijual.

“Kami sangat mengharapkan ada bantuan alatnya sampai komplit dari UP 45 Yogyakarta sehingga seluruh sampah bisa diolah. Juga pembinaan terhadap warga dapat dilakukan secara terus menerus dan sampah bisa didaur ulang,” kata Cahya Widada.

Sedang Muhammad Noviansyah Aridito SPd, MSc, Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UP 45 mengatakan memang peralatan pirolisis di tempat pengolahan sampah Pantai Depok belum komplit. Ke depan, sampah Pantai Depok yang telah dipilah warga akan diolah mengguna pirolisis.

“Sampah organik nanti diolah untuk pakan maggot dan pelet. Terus sampah plastik akan diproses menjadi bahan baku daur ulang. Sampah plastik residu masuk ke pirolisis untuk dijadikan minyak dan gasifikasi,” kata Aridito.

Kemudian sampah tulang dan kerang juga akan diproses menjadi bahan baku daur ulang. “Harapannya bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi, lingkungan dan sosial,” kata Aridito.

Sementara Rektor UP 45, Dr Benedictus Renny See SH, SE, MH mengatakan menyambut baik dan siap membantu dan memenuhi permintaan Panewu Kretek. “Kita akan bahas bersama, karena ini merupakan suatu hal yang menarik. Mungkin nanti ada istilahnya satu bentuk hibah dari UP 45 ke Kalurahan Parangtritis,” kata Benedictus Renny See.

Menurutnya, permintaan ini akan dipersiapkan meliputi apa saja yang perlu dilengkapi. Selain itu, juga membimbing warga yang akan mengoperasikan peralatan tersebut. “Bisa jadi ini akan menjadi pilot proyek bagi UP 45 dan bisa kita kembangkan di tempat lain,” kata Rektor UP 45. (*)

Sumber: Jurnal Perguruan Tinggi

Penarikan Mahasiswa KKN UP45 Tahun 2022

Pada Kamis, (01/09/2022) Universitas Proklamasi 45 melaksanakan penarikan mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program KKN yang mengusung tema “Bersama Membangun Desa Pasca Pandemi” ini dilaksanakan pada tanggal 1-31 Agustus 2022. Penarikan KKN ini diadakan secara hybrid, yaitu melalui zoom meeting untuk peserta KKN alternatif dan secara langsung untuk peserta KKN tematik yang berlokasi di Balai Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Penarikan Mahasiswa KKN ini dihadiri oleh Dr. Benedictus Renny See, SE, SH, MH., selaku Rektor Universitas Proklamasi 45, Febriyanti Angelia Ginting, S.Pd., M.Sc., selaku Wakil Rektor bidang Pengembangan dan Kerjasama, Penewu Kretek, Lurah Parangtritis, beberapa pejabat desa, Dosen Pembimbing lapangan (DPL) dan mahasiswa peserta KKN.

Rektor Universitas Proklamasi 45, Dr. Benedictus Renny See, SE, SH, MH., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kalurahan Parangtritis yang telah menerima dan membimbing mahasiswa UP45. Rektor juga berharap bahwa setelah selesai KKN, mahasiswa diharapkan mampu memberikan masukan-masukan yang dapat bermanfaat untuk masyarakat Parangtritis.

Kemudian, Lurah Parangtritis dalam sambutannya turut menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pihak UP45 baik dosen maupun mahasiswa. “Pesan kami, manakala Bapak, Ibu, dan adik-adik mahasiswa UP45 mendapatkan hal yg positif maka silakan dapat diteruskan dan disampaikan sebagai bekal adik-adik di kampus maupun di luar kampus.”

Selain itu, Putri Wulandari perwakilan mahasiswa KKN dalam sambutannya turut menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada Kalurahan Parangtritis. “Menurut saya pelaksanaan KKN ini sangat berkesan karena dapat membuat saya belajar banyak hal yakni dalam kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas. Di sini saya juga belajar bersosialisasi, bagaimana bekerja tim, serta bertanggung jawab dalam segala hal”, tutup Putri.

Acara Penarikan Mahasiswa KKN ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh pihak UP45 kepada Kalurahan Parangtritis dan pengumuman awards KKN oleh panitia KKN Universitas Proklamasi 45.