PSIKOLOGI POSITIF

<p style="text-align:justify">Setiap individu memiliki potensi dan berkecenderungan selalu ingin maju serta berkembang. Di sisi lain, kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kestabilan psikologis manusia. Seperti halnya yang terjadi di masyarakat kita saat ini, dengan beragam stresor yang ada dari kegalauan dalam mencermati kondisi sosial, politik, ekonomi hingga maraknya peredaran narkoba yang berdampak pada dekadensi moral ditambah dengan beragam informasi tentang himbauan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Kesemua kondisi lingkungan yang meningkatkan stresor bagi individu tersebut mengakibatkan kondisi psikologis yang tidak sehat dan pada saat inilah ilmu psikologi sangat dibutuhkan, baik sebagai upaya penyembuhan, pembinaan secara individu maupun kelompok dan sekaligus karena kondisi tersebutlah maka masyarakat lebih mengenal psikologi sebagai disiplin ilmu yang berorientasi pada sisi negatif individu yang berkencenderungan mengalami gangguan jiwa, penyakit mental seperti halnya trauma, stres, depresi, dan sebagainya.</p>

<p style="text-align:justify">Psikologi pada dasarnya lebih mempelajari perilaku yang dapat diamati serta yang ditimbulkan dari aspek-aspek kejiwaan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Aspek-aspek kejiwaan manusia sangatlah kompleks, begitu halnya bidang psikologi mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan aspek-aspek jiwa, misal tentang penyebab individu mengalami gangguan jiwa sekaligus mempelajari upaya untuk mencegah individu mengalami gangguan jiwa. Usaha pencegahan atau yang lebih dikenal sebagai upaya preventif dalam bidang kesehatan mental inilah maka psikologi lebih fokus pada penggalian emosi positif, seperti bahagia, cinta, sikap optimis dan sebagainya. Psikologi yang lebih berorientasi pada sisi positif individu lebih dikenal dengan sebutan Psikologi Positif.</p>

<p style="text-align:justify">Psikologi Positif secara resmi ditetapkan sebagai aliran atau telaah keilmuan dari psikologi oleh Martin E.P. Seligman pada tahun 1998. Beliau yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden APA (American Psychological Assosiation) menjelaskan bahwa Psikologi bukan hanya studi tentang kelemahan dan kerusakan; psikologi juga adalah studi tentang kekuatan dan kebajikan. Pengobatan bukan hanya memperbaiki yang rusak; pengobatan juga berarti mengembangkan apa yang terbaik yang ada dalam diri kita. Misi Seligman ialah mengubah paradigma psikologi, dari psikologi patogenis yang hanya berkutat pada kekurangan manusia ke psikologi positif, yang berfokus pada kelebihan manusia.</p>

<p style="text-align:justify">Salah satu teori dari Seligman yang menarik untuk lebih dipahami yaitu bahwa rasa tidak berdaya adalah hasil belajar atau <em>learned helplessness</em> . Sebagai contoh dari teori tersebut yaitu ketika individu mengalami kegagalan berulang kali dalam mendapatkan pekerjan, maka individu tersebut cenderung akan mempercayai bahwa dirinya ditakdirkan menjadi individu yang gagal. Hal yang dapat disimpulkan dari teori tersebut yaitu rasa tidak berdaya adala hasil belajar, itu memang benar adanya.&nbsp; Belajar disengaja dan atau tidak disengaja. &rdquo;Belajar&rdquo; yang disengaja, artinya memang individu memiliki niat untuk tidak mau bersusah payah dan cenderung menyuruh/tergantung dengan orang lain. Ia memiliki idealism namun tidak diimbangi dengan upaya usaha yang realistis. Sehingga orang yang demikian secara umum tidak menampakan kalau ia tidak berdaya karna mekanisme dirinya sebagai tamengnya. Individu yang demikianlah yang sebenarnya mentidakberdayakan dirinya. Sedangkan &rdquo;Belajar&rdquo; yang tidak disengaja misalnya adanya pola asuh ketika individu dibiasakan dilayani. Sehingga seiring dengan tumbuh kembangnya, individu tidak mandiri dan merasa dirinya tidak mampu. Hal tersebut hanya merupakan kecemasan semu karena tidak adanya pengalaman untuk berlatih atas sesuatu hal. Artinya tidak ada keberanian untuk belajar <em>treal and error</em>.&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify">Peranan psikologi positif sangat mendukung bagi kehidupan sehari-hari setiap individu yang berharap memiliki kualitas hidup yang sehat dan matang. Psikologi positif diperlukan dalam memotivasi diri dan menghadapi berbagai stressor kehidupan tentunya tidak harus menunggu ketika individu telah mengalami musibah ataupun stress.&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><strong>Oleh : Fx. Wahyu Widiantoro</strong></p>

<p style="text-align:justify"><em>Materi pada Siaran Interaktif Psikologi di RRI Kotabaru DIY,&nbsp;</em></p>

Tes Keperawanan di TNI

<p style="text-align: justify;">Relevansi tes keperawanan dengan kemampuan seorang wanita dalam menjalankan tugasnya sebagai tentara tentunya tidak terkait langsung. Pada pertengahan bulan Mei 2015 di berbagai media dikabarkan tentang tes keperawanan bagi calon tentara sedangkan beberapa tahun silam tes keperawanan bahkan sempat diusulkan di sejumlah daerah sebagai syarat kelulusan SMA. Serentak wacana tersebut mendapat penolakan dari berbagai kelompok perempuan (Sabrina Asril, Jumat 15 Mei 2015, 20.00. Kompas.com).</p>

<p style="text-align: justify;">Menarik untuk dicermati sejauhmanakah tes keperawanan mampu menjadi indikator tegaknya moralitas. Tes keperawanan dapat dinilai baik bila dimaksudkan sebagai disiplin moral sejak awal. Tentu nya kita berharap tes tersebut dilakukan dengan cara yang cukup manusiawi dan toleran yaitu dokter harus wanita serta alat yang digunakan dalam melakukan tes tersebut tidak merusak keperawwanan itu sendiri. Terkait dengan hasil tes tersebut, bila ternyata tidak perawan yang disebabkan karena sakit, cedera ataupun kecelakaan tentunya tidak&nbsp; akan dipermasalahkan. Jadi yang dianggap tidak lolos selekeksi dalam suatu tes keperawanan yaitu apabila seseorang yang tidak perawan tersebut lebih karena suatu hubungan seksual.</p>

<p style="text-align: justify;">Pentingnya menegakkan nilai moralitas tentunya diawali dari kesadaran norma-norma yang berkembang di masyarakat. Beragam budaya yang saat ini dengan mudah berkembang di tengah masyarakat membutuhkan control yang lebih ketat. Seperti halnya seks bebas yang sering kali langsung dihubungkan dengan penanganan pemerintah dan sekelompok masyarakat terhadap penutupan tempat-tempat portitusi. Seks bebas tidak harus tentang porstitusi. Hal itu sebenarnya lebih mudah diatasi &amp; diketahui tapi yang terselubung atau perselingkungkun dengan berbagai alas an itu yang perlu diwaspadai. Bila kita lebih mencermati, sekarang ini marak &ldquo;porstitusi terselubung&rdquo; dengan penyakit lama &ldquo;perselingkuhan&rdquo;.</p>

<p style="text-align: justify;">Tes keperawanan menjadi cara penegakan moral apabila mampu memberikan efek jera sebagai pengurangan kasus lama dan baru juga sebagai preventif dan tindakan amoral nantinya. Apabila tes tersebut dilaksanakan di instansi seperti halnya di TNI, tentunya di sisi lain kita juga perlu memberikan hak masa depan bagi yang sudah tidak perawan karena seks bebas. Tugas selanjutnya yaitu&nbsp; bagaimana kita bisa menjamin bahwa sikap para peserta tes yang lolos tersebut&nbsp; tidak akan melakukan perilaku bertentangan dengan tujuan tes tersebut ketika berprofesi nantinya, mengingat disiplin tersulit adalah &rdquo;Disiplin moral&rdquo;.</p>

<p style="text-align: justify;"><em>Referensi: </em>Asril,Sabrina (2015). Kompas.com, Jumat 15 Mei, 20.00.&nbsp;</p>

<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh : Fx. Wahyu Widiantoro</strong></p>

<p style="text-align: justify;">Materi pada Siaran Interaktif Psikologi di RRI Kotabaru DIY,&nbsp;</p>

Pesta Bikini Sesudah Ujian Nasional SMA

<p style="text-align:justify">Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa peralihan ini menjadi masa yang dirasa sulit dan membingungkan bagi individu. Remaja mengalami pergolakan hidup diakibatkan berbagai macam perubahan serta berasal dari dalam diri yang mencakup fisik dan mental, maupun perubahan-perubahan dari lingkungan seperti perlakuan dari masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal ataupun dari keluarga. Remaja ingin kehadirannya diakui sebagai bagian dari komunitas yang akan menimbulkan permasalahan bila peran keluarga ataupun lingkungan kurang dalam mendampingi dan mengarahkan&nbsp; hingga pada akhirnya remaja yang dipersalahkan dan harus menanggung akibat perilakunya dengan sebutan &rdquo;anak yang bermasalah&rdquo;, nakal dan tidak bermoral. Bila hal seperti tersebut terjadi, siapakah yang seharusnya dipersalahakan? Lingkungan terdekat dan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan remaja adalah keluarga. Keluarga biasanya melimpahkan perkembangan pendidikan individu remaja kepada pihak sekolah. Bila terjadi suatu permasalahan kerapkali pihak keluarga dan sekolah saling mepermasalahkan.</p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Seperti yang terjadi pada pertengahan bulan April 2015, terungkap&nbsp; kasus undangan untuk pesta bikini setelah ujian akhir nasional yang melibatkan sebuah evenorganiser dan pihak hotel tempat rencana acara tersebut akan dilaksankan. Berbagai kelompok dari politisi, aktivis sosial hingga yang berperan dalam dunia pendidikan mulai angkat bicara yang tentunya kesemuanya bertahan dengan pembenaran pemikiran mereka masing-masing dan mencari alasan untuk memberikan hukuman bagi pihak-ihak yang mengambil keuntungan terhadap kondisi psikologis &nbsp;para remaja tersebut. Berdasarkan paparan di atas, tampak jelas bahwa penanaman nilai-nilai moral hendaknya dimulai sejak usia dini, sehingga ketika menjalani pencarian jati diri di rentang usia remaja, individu akan lebih mampu di dalam mengembangkan diri serta kemampuan bersosialisasi yang baik dan benar.&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><strong>Oleh : Fx. Wahyu Widiantoro</strong></p>

<p style="text-align:justify"><em>Materi pada Siaran Interaktif Psikologi di RRI Kotabaru DIY</em></p>

Pendampingan Tim Psikologi UP45 Dalam Acara Seminar dan Gathering

<p style="text-align:justify"><strong>TIM Psikologi Universitas Proklamasi 45 &nbsp;memberikan pendampingan pada acara SEMINAR DAN GATHERING NASIONAL&nbsp;yang diselenggarakan</strong></p>

<p style="text-align:justify"><strong>oleh PT. Janu Putra Group yang diikuti 39 Orang Pegawainya di Sambi Resto, Jl. Kaliurang&nbsp;Km. 19,2., pada hari Jumat, 21 Agustus 2015.</strong></p>

<p style="text-align:justify"><strong>Materi tentang &rdquo;MEMBANGUN KERJASAMA ANTAR KELOMPOK&rdquo; dikemas dalam bentuk game psikologi yang&nbsp;dramatis</strong></p>

<p style="text-align:justify"><strong>sehingga para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Pada akhir acara, peserta memahami&nbsp;tujuan diberikannya</strong></p>

<p style="text-align:justify"><strong>materi tersebut yaitu untuk lebih memahami dan melatih diri bahwa suatu kelompok dapat berjalan&nbsp;dengan&nbsp;baik maka </strong></p>

<p style="text-align:justify"><strong>diperlukan kepercayaan, ketulusan, keadilan, toleransi dari masing-masing anggotanya dalam kebersamaan mewujudkan visi dan misi kerja</strong></p>

<p style="text-align:justify"><img alt="" src="/cni-content/uploads/files/images/psikologi.jpg" style="height:250px; width:500px" /></p>

<p style="text-align:justify"><strong>Oleh : Fx. Wahyu Widiantoro</strong></p>

Peran Perempuan di Berbagai Bidang

<p style="text-align: justify;">Kemajuan jaman telah banyak mengubah pandangan tentang perempuan di negeri ini. Pandangan yang menyebutkan bahwa perempuan hanya berhak mengurus rumah telah berubah dengan adanya emansipasi yang menyebabkan perempuan memperoleh hak yang sama dengan laki-laki. Perjuangan untuk memiliki pemikiran dan tindakan yang modern bagi perempuan dengan tegas di serukan oleh RA. Kartini.</p>

<p style="text-align: justify;">Perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam berusaha dan bekerja, laki-laki dan perempuan dapat bekerja sama dalam berbagai bidang kehidupan. Kemampuan perempuan semakin tampak dalam berbagai pekerjaan dan profesi serta kualitas pekerjaannya pun tidak lebih rendah daripada laki-laki. Kemajuan dan karir yang dicapai perempuan jelas melalui perjuangan tanpa perbedaan atau diskriminasi gender.</p>

<p style="text-align: justify;">Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan di Indonesia pada saat ini termasuk dalam kepemimpinan dan partisipasi dalam bidang politik. Berbagai alasan yang melatarbelakangi seorang perempuan dalam berperan diberbagai bidang kehidupan antara lain yaitu karena faktor ekonomi, adanya kesempatan yang diberikan oleh keluarga untuk menuntut ilmu sehingga memiliki keahlian yang memungkinkan untuk mengembangkan kariernya, serta karena kesadaran diri untuk mengembangkan diri dan karier.</p>

<p style="text-align: justify;">Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki bukan berarti perempuan harus meninggalkan tugas kewanitaannya misalkan tugas sebagai seorang ibu. Dengan demikian perempuan memiliki peran ganda yaitu menjadi wanita karier dengan tanpa meningggalkan kodrat kewanitaannya. Upaya mencapai keseimbangan dalam menjalakan peran ganda tersebut jelas tidaklah mudah terutama sikap budaya masyarakat yang belum sepenuhnya menerima. Dibutuhkan kesadaran dan dukungan dari berbagai pihak dalam mengupayakan kesetaraaan gender.</p>

LIKUIDASI PETRAL, PERTAMINA SIAPKAN AUDITOR INDEPENDEN

<p>Pertamina sedang lakukan investigasi bisnis dan finansial.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Setelah pemerintah resmi membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) beberapa waktu lalu, kini, PT Pertamina melakukan pematangan demi menyelamatkan aset miliknya di Petral.<br />
<br />
Vice President Coorporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan proses likuidasi Petral sudah dilakukan Pertamina sejak 13 Mei 2015 lalu.<br />
<br />
&quot;Sekarang kita sudah dalam tahap investigasi bisnis dan finansial,&quot; ujar Wianda di Jakarta, Selasa 19 Mei 2015<br />
<br />
Wianda mengungkapkan dalam proses likuidasi ini, Pertamina telah menyertakan auditor independen termasuk akuntan publik untuk melakukan hal tersebut.<br />
<br />
Ditanya mengenai total aset Petral yang akan diambil alih Pertamina, Wianda menyatakan perusahaan belum mengetahui nilainya.<br />
<br />
&quot;Dari situ, kita akan tahu berapa aset total dari Petral Group, kemudian kewajiban-kewajiban Petral Group, juga nantinya aset-aset itu bisa diambil langsung Pertamina,&quot; katanya<br />
<br />
Selain itu, dengan adanya auditor independen nantinya Pertamina bisa mengetahui apa saja kewajiban-kewajiban yang akan dilunasi oleh Pertamina.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber : www.viva.co.id</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

PERTAMINA : LIKUIDASI PETRAL RAMPUNG APRIL 2016

<p>Tahap-tahap likuidasi sampai saat ini masih terus berlanjut.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>PT Pertamina menyatakan segera merampungkan proses likuidasi anak usahanya, Pertamina Energi Trading Limited (Petral), yang sudah resmi dibubarkan pemerintah pada tahun depan.<br />
<br />
Menurut <em>Vice President Coorporate Communication</em> Pertamina, Wianda Pusponegoro, langkah Pertamina dalam melikuidasi Petral sudah dilakukan sejak 13 Mei 2015, dan tahap-tahap likuidasi sampai saat ini masih terus berlanjut.<br />
<br />
&quot;Kami harap semuanya akan beres, bisa dalam waktu dekat dan tidak akan melewati April 2016,&quot; ujar Wianda, di Jakarta, Selasa 19 Mei 2015.<br />
<br />
Wianda mengatakan, hal tersebut dilihat langkah Pertamina yang saat ini masih terus melakukan investigasi dan <em>review </em>aset dan kewajiban yang dimiliki Petral.<br />
<br />
&quot;Kami saat ini sudah dalam tahap likuidasi <em>review</em>, dengan menunjuk auditor independen, termasuk akuntan publik untuk hal tersebut,&quot; katanya.<br />
<br />
Wianda menuturkan, dengan adanya proses likuidasi kepada Petral, nantinya aset, serta kewajiban Petral otomatis akan dilimpahkan sepenuhnya ke Pertamina sebagai induk usaha dari Petral.<br />
<br />
&quot;Dari situ, kami akan tahu berapa aset total dari Petral Grup. Kemudian, kewajiban-kewajiban Petral Grup dan nantinya aset-aset tersebut bisa diambil langsung di bawah Pertamina,&quot; kata Wianda.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber : www.viva.co.id</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

INI TEMUAN MENGEJUTKAN TIM REFORMASI MIGAS PADA PETRAL

<p>Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) banyak menemukan temuan-temuan mengejutkan, setelah enam bulan gencar menyoroti masalah minyak dan gas yang terjadi di Indonesia.<br />
<br />
Salah satu yang paling disorot adalah tentang keberadaan anak perusahaan dari PT Pertamina, yakni Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).<br />
<br />
Setelah banyak menimbulkan pro dan kontra, akhirnya Petral resmi dibubarkan pemerintah. Keputusan ini diambil untuk memutus mata rantai praktik &quot;mafia migas&quot; terkait pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah.<br />
<br />
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, Rabu 13 Mei 2015, mengungkapkan temuan-temuan mereka terhadap anak perusahaan Pertamina ini.</p>

<p>Salah satunya dari sebuah anak usaha Petral, Pertamina Energy Service Pte Limited (PES) yang mengklaim pengadaan minyak lambat laun semakin banyak melalui perusahaan minyak nasional (national oil company/NOC).<br />
<br />
&quot;Bahkan, sekarang sudah sepenuhnya dari NOC. Dengan perubahan ini muncul kesan kuat, mata rantai pengadaan minyak semakin pendek. Kenyataanya, perusahaan-perusahaan NOC yang memenangi tender pengadaan tidak selalu memasok minyaknya sendiri,&quot; ujar Faisal di Kementerian ESDM, Jakarta.<br />
<br />
Dijelaskannya, NOC tidak terbatas hanya pada produksi minyak mentah sendiri, tetapi juga pemegang saham mayoritas perusahaan besar minyak dan pemilik kilang BBM.</p>

<p>Dengan begitu, kata Faisal, pihaknya menyimpulkan tidak banyak perubahan dalam praktik pengadaan minyak. Akibatnya, mata rantai pengadaan tidak mengalami perbaikan berarti.<br />
<br />
&quot;Tetapi, tidak semua NOC merupakan produsen miyak, atau memiliki ladang miyak, seperti Maldives NOC Ltd (tertera dalam daftar mitra usaha Petral). Selain itu, NOC beberapa kali digunakan sebagai kedok untuk memenuhi ketentuan pengadaan minyak oleh PES,&quot; ujarnya.</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>Sumber : www.viva.co.id</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

<p>&nbsp;</p>

Perayaan Hari Valentine

<p style="text-align:justify">Perayaan valentine di Indonesia selalu menimbulkan kontroversi. Bagi sekelompok masyarakat melihat perayaan hari tersebut sebagai sebuah bentuk perayaan yang berasal dari budaya barat dan merusak tatanan budaya yang telah ada. Sedangkan bagi kelompok lainnya cenderung menerima budaya tersebut dan tertarik untuk menerimanya. Kaum muda biasanya lebih mengenal tentang hari valentine dan bagi sebagian kelompok cenderung merayakannya secara berlebihan. Perayaan hari valentine biasa identik dengan warna merah muda. Pernak-pernik berupa pakaian, pita, hiasan berbentuk bunga mawar merah, boneka dan coklat dengan bungkus yang bertuliskan kata-kata mutiara yang bertemakan cinta. Perayaan valentine tepatnya dilakukan setiap tanggal 14 Februari.</p>

<p style="text-align:justify">Esensi dari perayaan tersebut positif, yaitu peringatan tentang kasih sayang kepada orang lain. Menjadi kontraversi ketika pemahaman Valentine disempitkan dengan peringatan kasih sayang hanya kepada pasangan. Terutama pasangan yang belum menikah, yaitu yang sedang berpacaran, sehingga seringkali muncul istilah hari Valentine sebagai COUPLE DAY hanya untuk mereka yang berpacaran. Perlu untuk lebih dicermati bahwa adanya kecenderungan di kalangan remaja yang bersikap evoria sehingga jangan sampai menjadi sesuatu yang salah kaprah kearah hedonis.</p>

<p style="text-align:justify">Perayaan Valentine bukan hari raya tapi SOCIAL DESIREBELITY masyarakat, mengingat peristiwa tentang &ldquo;cinta kasih&rdquo;. Pada dasarnya masyarakat memandang hari valentine hanya sebagai simbol mengingatkan akan pentingnya cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari dan yang terpenting adalah relasi dari cinta kasih terebut setiap harinya. Tanggal 14 Februari tidak perlu dipergunjingkan sebab tidak ada yang menjadikan sebagai hari raya. Kondisi psikologis akan labil dengan fenomena masyarakat jika individu tidak bisa memahami dan menerima kesamaan dan perbedaan. Individu tidak berpandangan luas atas peristiwa sebab-akibat. Hendaknya adanya kebebasan dalam bersikap, bagi yang merayakan ataupun yang tidak. Hal terpenting adalah esensi dan jangan berlebihan. Di sinilah pengalaman dan kesempatan untuk mengembangkan hasrat membantu, memberi, mengasihi atau yang sering disebut dengan ALTRUISM.</p>

<p style="text-align:justify"><strong>Oleh : Fx. Wahyu Widiantoro</strong></p>

<p style="text-align:justify"><em>(Materi pada Siaran Interaktif Psikologi di RRI Kotabaru DIY)</em></p>

MENOLONG DENGAN PAMRIH

<p style="text-align:justify">Kalimat yang sering terlontar dan menjadi sebuah nasehat dari para orang tua kepada anak-anaknya yaitu &rdquo;menolong-tanpa-pamrih&rdquo;. Kalimat tersebut menjadi janggal dan patut dicermati bila diubah menjadi &rdquo;menolong-dengan-pamrih&rdquo;. Seperti halnya pada pertengahan bulan Februari 2015, berbagai media memberitakan tentang pihak Australia yang mengingatkan Indonesia dulu pernah menolong Tsunami. Pemberitaan tersebut membentuk persepsi masyarakat bahwa Australia menolong-dengan-pamrih. Hal yang mungkin terjadi adalah ketika terjadi bencan Tsunami di Aceh, pihak Australia memang memiliki dorongan altruism untuk menolong korban di Aceh. Bila sekarang seolah bersyarat bisa dikarenakan adanya kasus eksekusi oleh pemerintah Indonesia terhadap warga Australia. Bagi pemerintah Indonesai saat ini waktunya bangkit, berbagai bentuk peristiwa yang tidak mendukung kemajuan bangsa segera ditindak dengan tegas. Keputusan tegas pemerintah Indonesia menjadi semacam <em>shock terapi</em> bagi Australia. Cukup bisa dipahami, karena eksekusi mati biasanya hanya berlaku di negara-negara tertentu dan apakah tindakan ini tegas dan sungguh berkarakter Indonesia atau karena adanya faktor lain.</p>

<p style="text-align:justify">Dorongan untuk menolong atau yang sering disebut sebagai altruism secara psikologis pasti ada pada setiap individu, baik disadari maupun tidak. Bila terjadi sikap menolong-dengan- pamrih biasanya karena adanya faktor eksternal yang mempengaruhi individu, seperti luka batin, kekecewaan, serta pengalaman yang tidak mengenakan. Pada dasarnya menolong-dengan-pamrih tetaplah perlu dikritisi. Apabila pamrih yang dimaksud merupakan <em>simbiosis mutualisme</em> dalam hal positif maka sikap tersebut akan mendukung kerukunan bersama. Individu yang memiliki altruism yang baik adalah: memberi, empati, kerelaan yang tentu saja sesuai dengan porsinya dan tidak bersyarat. Pengembangan altruism hendaknya dimulai sejak dini. Alternatif cara mendidik anak sedini mungkin untuk memiliki jiwa altruism yaitu anak sering diajak berkegiatan bersama, dibiasakan spontan dalam menolong tanpa harus ada alasan tentunya dalam konteks yang positif, sehingga anak akan terbiasa melakukan &ldquo;menolong&rdquo; merupakan sesuatu yang lumrah, wajar dan memang semestinya.</p>

<p><strong>Oleh: Fx. Wahyu Widiantoro.</strong></p>

<p><em>Materi pada Siaran Interaktif Psikologi di RRI Kotabaru DIY,</em></p>