UP45 TURUT SOSIALISASIKAN ANTI KEKERASAN

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta menyelenggarakan rangkaian program sosialisasi anti kekerasan terhadap anak. Kegiatan didukung oleh tokoh masyarakat, pihak Kepolisian dan Fakultas Psikologi UP45 Yogyakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 minggu di berbagai lokasi Kelurahan Keparakan, Ngampilan, Sorosutan, Pakuncen. Sosialisasi hari pertama edukasi anti kekerasan bagi masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Keparakan, Ndalem Pujokusuman pada Minggu, 27 Oktober 2019 dengan tema Parenting di Era Milenial dengan narasumber Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A. selaku dosen Fakultas Psikologi UP45. Kegiatan ini dihadiri camat, lurah, perwakilan RT, RW, para remaja dan orang tua.

Dra. Tyasning Handayani selaku Sekdin. DPMPPA Kota Yogyakarta mengemukakan kegiatan edukasi kekerasan kepada anak dan orang tua sangatlah penting dilakukan sebagai upaya meminimalisir resiko terjadinya kekerasan pada anak pada dalam pembukaan acara sosialisasi anti kekerasan. Agar lebih tepat sasaran dalam penyampaian materi maka panitia membagi acara ini dalam dua sesi yaitu orang tua dan anak-anak.

Pada sesi orang tua, Wahyu menjelaskan bahwa fenomena maraknya anak sebagai pelaku dan korban kekerasan di Kota Yogyakarta akhir-akhir ini kian meresahkan bagi masyarakat. Upaya pencegahan dan mengurangi resiko berulangnya kejadian serupa membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. “Kasus kenakalan remaja di Yogyakarta semakin memprihatinkan karena mengarah pada tindakan melanggar hukum”, tambah Kardiyanto selaku narasumber dari Polsek Yogyakarta.

“Parenting merupakan saat untuk kita belajar menjadi orang tua yang lebih baik. Kita tidak cukup hanya mengetahui apa yang terjadi, tapi bagaimana kita dapat berperan mempersiapkan generasi yang mampu menjadi “pelaku” di era milenial tanpa menghilangkan peran pengasuhan dan cinta”, jelas Wahyu.

Wahyu mengemukakan bahwa tantangan dalam mendidik anak di era teknologi saat ini menjadi sangat dinamis. Parenting yang dilakukan oleh orang tua menjadi dasar bagi anak dalam membentuk kepribadiannya. Pola asuh mengacu pada sikap, ucapan, dan perilaku serta penampilan orang tua yang mengedepankan kesadaran dalam mengasuh buah hati mereka. Sikap yang perlu di kembangkan oleh orang tua antara lain tidak menunjukkan sikap negatif seperti marah, perilaku kasar terhadap anak, mengetahui kapan berhenti sejenak dari pada bereaksi, serta mendidik anak dilakukan dengan pengendalian emosi. Dalam kesempatan ini RM Ibnoe Titi Murhadi, putra dr GBPH Poedjokoesomo, (putra Sri Sultan Hamengkubuwono VIII) dan cucu Sri Sultan VIII turut hadir dan mengungkapkan bahwa Yogyakarta merupakan kota pendidikan dan hendaknya tetap mampu menjaga karakter yang berbudaya serta anti kekerasan.

Dra. Siti Darojati, M.Psi., selaku panitia  mengungkapkan acara sosialisasi anti kekerasan sebagai reintegrasi kasus berupa edukasi kepada anak dan orang tua dalam rangka meminimalisir resiko terjadinya kekerasan pada anak yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta terlaksana dengan lancar disertai antusiasme dari peserta. “Peserta yang hadir menjadi lebih menyadari bahwa peristiwa kekerasan di kalangan anak serta remaja seharusnya tidak terjadi. Orang tua serta lingkungan masyarakat bertanggungjawab sepenuhnya dalam mendidik dan memberikan pendampingan yang lebih positif pada anak”, tutup Siti.

Tingkatkan Pengetahuan dalam Bidang Teknologi, UP45 Gelar Seminar “Advanced Robotics and Optical Technology in Surgery

“Tingkatkan pengetahuan dalam bidang teknik, biologi dan kedokteran, dan tingkatkan kesehatan manusia melalui kegiatan lintas disiplin yang mengintegrasikan ilmu-ilmu teknik dengan ilmu-ilmu biomedis dan praktik klinis. Demikian tadi cuplikan dari apa yang disampaikan Prof.Dr.Ing.Azhar Zam dari Universitas Basel dalam pemaparannya saat memberi seminar di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Indonesia.

Universitas Basel sendiri adalah salah satu Universitas tertua di Eropa, dan sebagai universitas tertua di Swiss (didirikan pada tahun 1469). Basel memiliki sejarah yang kaya dan menarik dalam pengajaran dan penelitian selama lebih dari 550 tahun. Universitas ini memiliki 7 fakultas dengan 374 profesor dan memiliki 12.873 siswa serta mahasiswa doktor di mana 55,1 persen adalah perempuan.

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober 2019, Fakultas Teknik, Program studi Teknologi Informasi dan Teknik Industri  Universitas Proklamasi Yogyakarta (UP45) The University of Petroleum menggelar Seminar berjudul “Advanced Robotics and Optical Technology in Surgery“. Acara yang diinsiasi oleh Kantor Urusan Internasional ini melibatkan Buddies UP45 yang berasal dari HMTech (Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi), dan HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri). Dalam sambutannya Ketua Panitia Tariq El Fathi Al Amin, “berterimakasih atas kehadiran Rektor UP45 dalam hal ini diwakili wakil rektor, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, karyawan, mahasiswa. Selain itu berterimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada narasumber .Dr.Ing.Azhar Zam dari Universitas Basel yang sudah berkenan untuk hadir dan memberikan materi. Selanjutnya Direktur Kantor Urusan Internasional UP45 Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM dalam sambutannya mewakili Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Pemasaran Muhamad Ali Sukrajap, SE, MBA mengatakan bahwa acara yang digelar pada hari Senin, 21 Oktober 2019 pukul 09.30-12.00wib ini,merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk membangun kerjasama dengan mitra organisasi atau universitas lain baik dari dalam maupun luar negeri. Menariknya kali ini KUI UP45 menggandeng Buddies UP45 yang notabene masih duduk di Semester 1 untuk menyelenggarakan kegiatan.

Seminar UP45 yang menghadirkan narasumber Prof.Dr.Ing. Azhar Zam, Assistant Professor, Department of Biomedical Engineering Faculty of Medicine University of Basel, Switzerland, Head of Biomedical Laser and Optics Group (BLOG), bertempat di Gedung Sukarno A 101-103, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta,  Jl. Proklamasi No 1 Babarsari Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia. Dipandu oleh moderator Andre Prasetya Nugroho, S.Si, M. Sc.

Diaspora Ristekdikti Prof.Dr. ing. Azhar Zam dari University of Basel Switzerland, menguraikan secara lengkap bagaimana Perkembangan serta Penggunaan Teknologi Medical Laser dan Optics. Dalam seminarnya Azhar mengatakan saat ini penggunaan teknologi Laser dan Optics sudah sangat berkembang di dunia medis khususnya di luar negeri. Hal ini dikarenakan tingkat efesiensi dan kepraktisan dalam penggunaan teknologi tersebut yang sangat membantu tenaga medis dan mempersingkat waktu pemulihaan pasien. Indonesia dapat mengimplementasikan teknologi kesehatan terkait Laser dan Optics, karena akan sangat membantu masyarakat khususnya membuat lebih efisien serta mempersingkat waktu.

Prof Azhar menambahkan “Teknologi laser dan optic ini sangatlah membantu kita didunia medis, selain mempermudah pekerjaan Tenaga medis, teknologi ini mampu mempersingkat pasien untuk pemulihan. Hal ini dikarenakan dalam teknik laser dan optic tidak membutuhkan teknik pembedahaan konvensional”. Akses terhadap teknologi ini tergantung kebijakan dari Rumah Sakit di Indonesia. Diharapkan kedepan peneliti dan akademisi di Indonesia diharapkan dapat mengembangkan Teknologi Medical Laser dan Optics sebagai salah satu alternatif dalam metode medis khususnya di bidang Surgery (Operasi), dapat mengimplementasikan teknologi kesehatan terkait Laser dan Optics, karena akan sangat membantu masyarakat khususnya membuat lebih efisien serta mempersingkat waktu. Selain para pimpinan fakultas,pimpinan program studi, kepala unit, dosen, karyawan, mahasiswa, turut hadir pula perwakilan dari berbagai universitas seperti Universitas Islam Indonesia, Universitas PGRI, Universitas Atmajaya. Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan Launching Perdana Program studi Teknologi Informasi dan Teknik Industri Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Dalam sambutannya Kaprodi Teknologi Informasi Muchamad Malik, ST, M.Sc, M.Eng menyampaikan tentang visi misi program studi sekaligus bagaimana kiprah dari mahasiswa berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Bukan itu saja melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa pada khususnya mendapatkan contoh atau teladan terbaik sosok pemuda diaspora yang mampu berkiprah di kancah internasional. Antusiasme peserta luar biasa, terbukti banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan berbobot. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I Syamsul Maarif, ST, M.Eng, Kaprodi Teknik Industri Enda Apriyani, ST, M.Eng, Ass.Warek III Febriyanti Ginting, S.Pd, M.Sc, Lukman Hakim, S.Kom, MT. Acara seminar ini didukung oleh Mama Mart dan Panin Dai ichi life.

WORKSHOP UP45 MEMBANGUN SUMBER DAYA DAERAH UNGGUL BERSAMA BUPATI MAMBERAMO RAYA

Kamis, tanggal 24 Oktober 2019 Universitas Proklamasi mendapat kunjungan dari Bupati Mamberamo Raya, yaitu Bapak Dorinus Dasinapa, Aks, S.Sos. beserta staff dan jajarannya. Kabupaten Mamberamo Raya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, daerah Indonesia Timur yang sangat potensial dan kaya akan ke-eksotisan pemandangan maupun kekayaan sumber daya alamnya. Kunjungan ini adalah suatu bentuk untuk menjalin silaturahmi antara Pemerintah Daerah Mamberamo dan Pemerintah D.I. Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman yang diwadahi oleh Universitas Proklamasi 45 sebagai perguruan tinggi yang mempunyai jumlah mahasiswa asal Papua terbesar (sekira 30 – 40 %) di Yogyakarta.

Acara kunjungan ini dikemas dalam bentuk workshop, temu wicara, dan sharing visi-misi mengenai usaha-usaha dalam pembangunan daerah unggulan dengan melibatkan mahasiswa sebagai upaya menyiapkan generasi SDM berkarakter pejuang. Antara PEMDA Sleman, DPRD D.I. Yogyakarta, dan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Secara khusus, workshop tersebut bertujuan untuk membangun kapasitas (Capacity Building) antara pelaku usaha, akademisi, dan para mahasiswa untuk menyiapkan kualitas diri dengan pengetahuan soft skill yang mumpuni agar setelah menyelesaikan studinya dan kembali ke daerah akan menjadi ambassador (agen perubahan) di lingkungan keluarga, daerah, bangsa dan negara, serta ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah yang disesuaikan dengan bidang dan keahliannya.

Workshop dimulai pada pukul 08.00 WIB bertempat di ruang seminar UP45. Sambutan dan ucapan selamat datang dari rektor UP45 Bapak Ir Bambang Irjanto, MBA, disusul sambutan dari PEMDA Sleman sekaligus Sesi inspirasi dan motivasi mengenai karir dipemerintahan, kiat – kiat keberhasilan dalam menempuh studi, meniti karir, baik sebagai karyawan swasta, maupun sebagai pegawai pemerintah. Bupati Mamberamo, Bapak Dorinus Dasinapa memberikan dukungan moril dan materiil bagi warga Papua yag ada di D.I. Yogyakarta umumnya, serta mahasiswa Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dari Mamberamo secara khusus, sebagai inisiasi mahasiswa di Yogyakarta yang berfokus pada pembangunan kapasitas individu maupun komunitas untuk membangun daerah asal. Acara workshop ditutup dengan penandatanganan MoU dan esi foto bersama. Secara keseluruhan acara ini berlangsung meriah terlihat dari antusias mahasiswa terutama yang berasal dari Indonesia Timur.

Pemberdayaan IKM di Kota Palembang Bersama UP45 Yogyakarta Melalui Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG)

Tim Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta yang diketuai oleh Aisyah Indah Irmaya dengan anggota Enda Apriani dan Lia Yunita melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) yang dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan judul “Inovasi Teknologi Mesin Pembuat Pempek Lenjer Pada Industri Kecil Dan Menengah Di Kota Palembang”.

Pada pengabdian kali ini, Tim dari UP45 Yogyakarta memberikan mesin pengolah pempek kepada para pelaku IKM kuliner pempek di Kota Palembang. Dalam kegiatan Serah Terima Dan Pelatihan Program Penerapan Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 di Plaju, Palembang, tim UP45 Yogyakarta menyerahkan 6 unit mesin berkapasitas 30 kg yang terdiri dari 2 unit mesin penggiling daging sekaligus mesin pembentuk pempek lenjer, 2 unit mesin pembuat adonan dan 2 unit mesin pemipih adonan. Peralatan mesin tersebut diterima oleh kedua mitra IKM, yakni Ibu Juntiana (Juni Snack) dan Ibu Nani (Bunda Salsa Food) saat acara berlangsung.

Ketua Tim PPTTG Aisyah menceritakan bahwa kondisi kedua mitra dimana keberadaannya sangat potensial sekali, namun dalam produksinya belum optimal. Kendala yang dihadapi kedua mitra tersebut adalah bagaimana caranya meningkatkan kapasitas produksi dari pempek jualan mereka.

“Mesin inovasi pengolah pempek lenjer ini mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di IKM mitranya yang bergerak dalam bidang kuliner, khususnya pempek dalam hal peningkatan kapasitas produksi melalui teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Mesin ini bisa mempercepat proses penggilingan ikan yang menjadi bahan dasar pembuatan pempek, membuat adonan dan memipih adonan. Dengan adanya mesin ini maka akan dapat mempercepat proses pembuatan pempek, khususnya pempek lenjer yang terkadang ukurannya masih tidak sama antara pempek satu dengan yang lainnya”, kata Aisyah.

Dalam kegiatan serah terima mesin dan pelatihan ini, turut pula dihadiri oleh H. Mustafa Kamal, S.S., Anggota Komisi X DPR RI. Dalam Sambutannya, Mustafa mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh UP45 Yogyakarta. “Kegiatan ini memberikan hal positif dalam pengembangan IKM kuliner khas Palembang, khususnya pempek,” ungkapnya. Mustafa menambahkan adanya kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi dan IKM mendorong percepatan perekonomian dalam hal penerapan teknologi tepat guna khususnya untuk meningkatkan kapasitas produksi IKM. Beliau berpesan kepada kedua mitra agar quality control dari produksi pempek yang dihasilkan tetap terjaga.

Menurut salah satu mitranya, yakni Juntiana mengatakan bahwa selaku mitra IKM pada pengabdian kali ini mendapatkan manfaat secara langsung dari kegiatan ini. “Kami sangat terbantu, mesinnya cukup praktis sesuai kebutuhan. Cara mengoperasikannya sangat mudah, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi kami dari hari-hari biasanya. Untuk ukuran pempek lenjer dapat dibuat seragam. Berbeda jika pembuatannya dengan manual, tentunya ukuran pempek bisa berbeda satu sama lainnya”, ungkap Juntiana.

“Mesin ini berkapasitas cukup besar, efisien secara waktu, sehingga sangat membantu kami dalam berproduksi karena keterbatasan tenaga kerja yang kami miliki,” tambah Nani, mitra IKM lainnya. “Terima kasih kepada UP45 Yogyakarta dan Kemeristekdikti serta dukungan dari DPR RI untuk pengembangan IKM di Kota Palembang khususnya Kuliner Pempek”, tutup Juntiana dan Nani.

Seminar dan Pembukaan Pelatihan Peningkatan Aparatur dan Kelembagaan Desa Berbasis Teknologi Informasi (Online)

Hadirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan berjuta harapan namun juga beribu masalah. Namun, perubahan yang sangat cepat ini sesungguhnya belum diikuti dengan perubahan atau perbaikan kapasitas desa dan partisipasi masyarakat. Masa lalu, proses sosial politik (32 tahun orde baru) tidaklah mewariskan ketrampilan membangun prakarsa-mengaktualisasikan aspirasi atau ketrampilan berpartisipasi. Justru, sebaliknya telah mewariskan suatu apatisme politik yaitu suatu sikap menunggu dan sikap yang mengandalkan petunjuk dari atas.

Sebuah pengembangan pembelajaran bersama untuk menumbuhkan kemandirian untuk saling berbagai informasi bagi desa dan masyarakatnya diinisiasi melalui intansi pemerintah dalam hal ini Direktorat Jendral Bina Tata Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri melalui Balai Pemerintahan Desa di Yogyakarta dengan Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta melalui Pusat Studi Kebijakan, Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (PSKPPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mengembangkan program Pelatihan Aparatur dan Kelembagaan Desa Berbasis Teknologi Informasi  (Pelatihan Online).

Hal tersebut berdasarkan bahwa fakta begitu dinamisnya regulasi tentang desa khususnya tata kelola desa ternyata tidak dibarengi dengan fasilitasi peningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan desa yang memadai. Persoalan tersebut dikarenakan sumber daya pemerintah untuk program peningkatan kapasitas desa yang dilakukan secara tatap muka (Diklat offline) tersebut sangatlah terbatas. Selain itu, dengan jumlah desa yang begitu besar (74 ribuan desa) tersebar dipelosok nusantara. Perkembangan teknologi informasi dipandang strategis sebagai jalan untuk media pembelajaran dalam meningkatkan kapasitas desa khususnya aparatur desa.

Untuk itu, perlu dilakukan usaha tersebut diatas sesegera mungkin. Pembukaan Pelatihan Peningkatan Aparatur dan Kelembagaan Desa Berbasis Teknologi Informasi (Online) angkatan 1 akan diselenggarakan besok pada Sabtu, 21 Oktober 2019 di Balai Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri RI Yogyakarta. Kegiatan yang akan dirangkai dengan Seminar ini akan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan antara lain aparatur pemerintahan desa, kelembagaan desa, akademisi, mahasiswa, organisasi non pemerintah dengan menghadirkan nara sumber antara lain Direktur Jendral Tata Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kepala Divisi Formalitas Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Kementrian ESDM RI (Drs. Didik Setyadi, MH).  

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas desa khususnya aparatur desa secara lebih akuntabel karena dilatih dari instruktur Balai Pemerintahan Desa Kemendagri dan akademisi Perguruan Tinggi, lebih mudah dan efesien karena mengunakan teknologi informasi dan materi setiap saat dapat dipelajari secara berulang oleh seluruh aparatur desa sebagai peserta dan materi  yang bersifat solutif – menjawab berbagai persoalan yang dihadapi desa.

UP45 Laksanakan Wisuda Semester Genap TA 2018/2019

Universitas Proklamasi 45 menyelenggarakan wisuda semester genap TA 2018/2019. Wisuda dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Ir. Bambang Irjanto, MBA. di Hotel Santika Yogyakarta pada 12 Oktober 2019. Wisuda kali ini, Universitas Proklamasi 45 meluluskan 63 wisudawan/wisudawati Program Strata Satu (Sarjana).

Dalam sambutannya, Bambang mengucapkan selamat kepada para orang tua/wali yang menghadiri prosesi wisuda putra putrinya. Ini menjadi bukti bahwa salah satu tanggungjawab sebagai orang tua telah berhasil diselesaikan. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para dosen UP45 yang dengan segenap dedikasinya mendidik, membagi ilmu dan membimbing para wisudawan semasa kuliah hingga mereka dapat lulus dengan nilai yang membanggakan, sambung Bambang.

Bambang menyampaikan bahwa wisudawan/ti UP45 adalah generasi penerus bangsa dengan kualitas unggul. Mereka telah dibekali ilmu pengetahuan melalui dosen-dosen terbaik, kurikulum terbaik, pengembangan softskill melalui sertifikasi Microsoft, penyiapan kerja melalui program magang, dan pembinaan karakter melalui berbagai kompetisi dan kegiatan. SDM unggul, Indonesia maju. “Selama lima tahun ke depan, Pemerintah berkomitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, sehingga cita-cita bangsa ini menjadi negara maju dapat terwujud”, ungkap Bambang.

Bambang menambahkan UP45 sepenuhnya mendedikasikan diri dan berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi serta mencetak generasi-generasi bangsa sebagai Sumberdaya Manusia dengan kualifikasi unggul. Unggul bukan hanya dalam segi ilmu tetapi berdaya guna bagi pelestarian lingkungan dan peran serta di masyarakat. Masyarakat juga semakin percaya dengan program pendidikan yang kami selenggarakan, terbukti dengan terus meningkatnya jumlah mahasiswa kami dari tahun ke tahun.

“Sebagai penutup saya sampaikan terima kasih kepada pihak pemerintah, swasta maupun stake holder kami lainnya yang selama ini telah pembimbing dan bekerjasama dengan kami untuk terus berpacu dengan tuntutan zaman dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Khusus kepada LLDikti Wilayah V Yogyakarta kami sampaikan terima kasih karena telah membina kami dalam berbagai hal sehingga kami sampai saat ini tetap menjadi perguruan tinggi yang berkualitas” tandas Bambang.

Pada wisuda periode kali ini, Abdul Hafid Rasjid, Vice President Sales and Support PT Pertamina Lubricants hadir memberikan orasi ilmiah tentang Digital Marketing di PT Pertamina Lubricants. Abdul Hafid membawa tema industri 4.0 sebagai strategi-strategi pemasaran yang berbasis digital.

Abdul Hafid memaparkan strategi bisnis internasional Pertamina Lubricants melalui proses digitalisasi. Proses ini menghubungkan new bisnis model dan new customer. Beberapa aplikasi yang tersedia adalah DR. Lube dan POWER (Pertamina Owner and Mechanic Reward).

Dengan berbagai program digital yang dimiliki, PT Pertamina Lubricants mendapatkan berbagai penghargaan sebagai pengakuan atas kinerja yang selaras dengan prinsip integritas PT Pertamina Lubricants. Pada tahun 2019, PT Pertamina Lubricants raih tiga penghargaan APSA 2019  yaitu The Best HPSE Achiever, The Best Implementation of Good Corporate Governance, and The Highest Values of Synergy” tutup Abdul Hafid

Pertamina Lubricants Hadirkan Enduro Express dan Selenggarakan Kuliah Umum di UP45

PT Pertamina Lubricants menghadirkan Enduro Express di Universitas Proklamasi 45. Bengkel Enduro Express diresmikan pada Jumat, 11 Oktober 2019 di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Bengkel ini diresmikan oleh Abdul Hafid Rasjid, Vice President Sales and Support PT Pertamina Lubricants. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Abdul Hafid Rasjid, Bambang Irjanto (Rektor UP45), dan HB. Sukardja (Kaprodi Teknik Mesin).

Dalam sambutannya Abdul Hafid mengucapkan terima kasih kepada UP45 karena bersedia menjadi partner Pertamina Lubricants. Abdul Hafid berharap keberadaan bengkel Enduro Express ini untuk memperkenalkan produk-produk Pertamina tidak hanya kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di UP45 tapi bisa dielaborasikan oleh masyarakat sekitar. Tidak hanya itu tetapi UP45 bisa belajar mengelola, melayani konsumen, dan menginformasikan bisnisnya kepada masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan yang sama Program Studi Teknik Mesin menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Digital Marketing di PT Pertamina Lubricants. Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi UP45. Narasumber dalam seminar ini adalah Abdul Hafid Rasjid.

Hafid memaparkan strategi bisnis internasional Pertamina Lubricants melalui proses digitalisasi. Proses ini menghubungkan new bisnis model dan new customer. Beberapa aplikasi yang tersedia adalah DR. Lube dan POWER.

Hafid mengatakan aplikasi DR. Lube ini memberikan advise perihal bagi pengguna kendaraan bermotor perihal pelumas yang cocok bagi kendaraannya, memberikan kemudahan akses informasi bagi seluruh konsumen serta memberikan kemudahan konsumen dalam menemukan bengkel terdekat. Selain itu, aplikasi POWER (Pertamina Owner and Mechanic Reward) adalah aplikasi yang berbasis android untuk meningkatkan loyalitas pemilik bengkel and  End User pelumas Pertamina.

“Dengan berbagai program digital yang dimiliki, PT Pertamina Lubricants mendapatkan berbagai penghargaan sebagai pengakuan atas kinerja yang selaras dengan prinsip integritas PT Pertamina Lubricants. Pada tahun 2019, PT Pertamina Lubricants raih tiga penghargaan APSA 2019  yaitu The Best HPSE Achiever, The Best Implementation of Good Corporate Governance, and The Highest Values of Synergy” tutup Abdul Hafid.

IN MEMORIAM BJ HABIBIE:” FROM MR CRACK UNTIL ROMANTIC PERSON: HABIBIE & AINUN” (HARMONIZING HEAD, HEART, AND HAND) UNTUK KEPULANGAN MAHASISWA ASING UP45

Dalam rangka memperingati hari “Kebangkitan Teknologi 2019” dan upaya mengenang wafatnya Presiden ke 3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie yang meninggal pada tanggal 11 September 2019, maka Kantor Urusan Internasional Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bekerjasama dengan Panin Daiichi Life Cabang Yogyakarta menggelar Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Asing bertema “IN MEMORIAM BJ HABIBIE: from MR CRACK until Romantic person: Habibie & Ainun (HARMONIZING HEAD, HEART, AND HAND)”. Acara yang yang berlangsung pada hari Sabtu, 21 September 2019 pukul 09.00-12.00 WIB dibuka oleh Rektor UP45 dalam hal ini diwakili oleh Asisten Wakil Rektor III Febriyanti Angelia Ginting, S.Pd., M.Sc. Dalam kegiatan ini dilakukan pemutaran film Habibie Ainun serta video profile BJ Habibie. Tidak sekedar wahana ramah tamah saja, tetapi acara ini sekaligus mengenang sosok Presiden ke 3 RI, dengan cara meneladani berbagai kiprah beliau. Dalam kesempatan ini hadir sekaligus memberikan materi Wakil Rektor I Syamsul Maarif, ST, M. Eng, Wakil Rektor II Dewi Handayani,SPsi,MPsi psikolog, Wakil Rektor III Muhamad Ali Sukrajap, SE, MBA. Acara dipandu oleh Direktur Kantor Urusan Internasional UP45 Rr. Putri Ana Nurani, SS., MM sebagai moderator. Para narasumber memberikan pembekalan bagi mahasiswa asing yang akan diwisuda Oktober 2019, agar siap menghadapi tantangan kehidupan baik ketika terjun ke dunia kerja ataupun bersosialisasi di masyarakat melalui program soft skill dan hard skill. Harapannya dengan motivasi ini, para alumni mampu bersaing di dunia kerja dan terjun ke masyarakat artinya nilai-nilai UP45 terpatri dalam diri mereka. Sehingga goal terakhir adalah adanya rasa cinta para alumni kepada almamaternya (universitasnya), dengan sendirinya para alumni akan memberikan informasi positif tentang UP45 dan mengajak keluarga, teman, saudaranya di negaranya untuk berkuliah di UP45.

Menyadari pentingnya teknologi sebagai kunci dalam membangun Indonesia yang maju dan mandiri maka panitia pembekalan kepulangan mahasiswa asing kali ini menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional menjadi momentum pembangunan Sumber Daya Manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam lingkup civitas UP45. Terlebih pembangunan sumber daya manusia menjadi pilar penentu keberhasilan Indonesia, untuk bersaing secara global. Sehingga sumber daya manusia memiliki kompetensi yang optimal. Menghadapi era Industri bukan hanya 4.0, tetapi society 5.0, generasi milenial Indonesia harus menjadi SDM yang hebat, (dimana pemerintah Jepang sendiri sudah memperkenalkan Society 5.0 masyarakat 5.0 dimana teknologi digital diaplikasikan dan berpusat pada kehidupan manusia). Febriyanti Ginting menghimbau agar generasi muda meneladani Habibie sebagai guru bangsa dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan negara dan bangsa. Dalam menggunakan teknologi, harus bersifat produktif dan positif, dengan tidak melupakan iman dan taqwa.

Dewi Handayani, SPsi,MPsi mengatakan Presiden BJ Habibie merupakan sosok panutan bangsa, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, menempuh kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Rhenish Westfalische Technishce Hochschule, Jerman. Semasa hidupnya, Habibie juga memberikan kontribusi penting bagi negara, khususnya di bidang teknologi. BJ Habibie atau yang kerap di sapa Rudy oleh kerabat dan keluarga dekatnya ini merupakan putra terbaik yang dimiliki Indonesia. Lelaki kelahiran Parepare pada 25 Juni 1936 ini juga disebut sebagai Bapak Teknologi Bangsa.

Dewi Handayani mencoba untuk menggali lebih jauh kepribadian BJ Habibie. Manusia itu memiliki berbagai macam sifat yang akan mencerminkan kepribadiannya. Ada 3 jenis kepribadian umum pada manusia  (personality) yaitu Introvert (Introversion), Ambievert (Ambiversion) dan Extrovert (Extraversion). Introvert atau Introversion adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Manusia lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar, lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Extrovert atau Extraversion merupakan kebalikan dari Introvert. Manusia dengan kepribadian extrovert lebih berkaitan dengan dunia di luar manusia tersebut. Jadi manusia yang memiliki sifat extrovert ini lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang memiliki 2 kepribadian, yaitu Introvert dan Extrovert. Manusia dengan kepribadian ambievert dapat berubah-ubah dari introvert menjadi extrovert, atau sebaliknya. Memiliki kepribadian ambievert ini bisa dibilang baik, karena manusia tersebut bisa fleksibel untuk beraktifitas sebagai introvert ataupun extrovert, serta dapat berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. Tidak seperti Introvert yang susah bergaul dengan Extrovert dan sebaliknya . Namun, kekurangan dari kepribadian ini, karena memiliki kepribadian di antara introvert dan extrovert, orang dengan kepribadian ambievert jadi sering terlihat moody, karena sifatnya yang sering berubah-ubah.

“Tipe kepribadian introvert ekstrovert tertutup dan terbuka, ada satu lagi tipe kepribadian yang berada ditengah tengah yaitu ambievert. Pribadi penyeimbang yaitu pribadi yang mudah tenggelam dalam lautan buku. saat bersosialisasi menjadi komunikator menjadi pembicara yang baik dan saat menjadi introvert pendengar yang baik. Dilihat dari sisi kepribadian Habibie, menjadi pribadi yang romantic,  romantic person suami yang baik, bapak yang luar biasa sangat menyayangi pasangan dan sebagai tokoh bangsa, demikian disampaikan Dewi”.

Syamsul Maarif,ST,MEng, semasa hidupnya, Habibie menempuh pendidikan bukan hanya di Indonesia, tapi sampai ke negeri Jerman, Eropa, dan berhasil meraih gelar doktoral di Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen pada 1960. Kejeniusan Habibie membuatnya mendapat banyak julukan. Sebelum naik menjadi presiden menggantikan Soeharto, Habibie sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada periode 19 Maret 1978 hingga 16 Maret 1998. Selama menjabat, Habibie menoreh banyak prestasi yang diakui dunia, salah satunya melahirkan pesawat N-250 Gatotkaca. Pesawat ini melakukan penerbangan perdana pada  10 Agustus 1995. Selanjutnya, Habibie juga pernah menciptakan suatu rancangan pesawat DO-31, pesawat dengan teknologi baling-baling yang bisa mendarat dan tinggal landas secara vertikal. Rancangan tersebut kemudian dibeli oleh Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA. Banyaknya penghargaan serta prestasi yang diperoleh BJ Habibie semasa kariernya, membuat dia kerap disebut Bapak Teknologi Indonesia.

Syamsul Maarif menambahkan “didunia BJ Habibie mendapat julukan Mr. Crack. Julukan ini diterimanya setelah menemukan teori fenomena kelelahan (fatique) pada konstruksi pesawat.Temuan tersebut kemudian menjadikan Habibie sebagai pencetus keretakan (crack progression on random). Rumusan tersebut kemudian dinamakan Faktor Habibie. Teori itu juga dijadikan sebagai landasan ilmu bagi ilmuan aerodinamika dunia.”

Muhamad Ali Sukrajap: “Dimasa kecil Habibie memiliki hobi belajar, sejak kecil habibie sebagai seorang pembelajar, sampai kuliah kemudian punya pengalaman diluar negeri, karir bagus dijerman, bahkan dipercaya menjadi menteri. Selain hobi belajar Habibie juga merantau, ketika ada kemauan Habibie hijrah atau merantau untuk kuliah. Kenapa perlu mindset sejak dini dilatih. Ada 5 hal untuk merencanakan masa depan,  mau apa setelah kuliah , yaitu lulus  4 tahun. Kuliah melalui 4 tahap masuk kuliah, lulus, masuk kedunia nyata, melanjutkan kuliah, bekerja,berwiraswasta. Saat ini 1000 orang sarjana banyak menganggur, sehingga perlu adanya strategi bagaimana berkuliah selama 3 tahun atau 5 tahun bagi mahasiswa fakultas teknik, perlu adanya kerja praktik diperusahaan minyak.” Muhamad Ali mengajak mahasiswa untuk perbanyak membaca buku, buku apa saja, ebook, buku biografi orang sukses agar kita termotivasi punya triks dan cara bagaimana menjadi sukses. Dengan membaca buku biografi harapannya menjadi fastrack atau jalur cepat bagi mahasiswa agar sukses tidak perlu mengalami kegagalan. Berikutnya Berani merantau; orang yang merantau dihadapkan pergaulan yg berbeda. berteman dengan siapa saja, menjaga pergaulan yang baik, buka wawasan dan bertemu, agar sukses dimasa depan, selanjutnya jangan lupa pilih teman dan  perbanyak pengalaman dengan organisasi dan magang. Selanjutnya cerdas mengelola keuangan secara pribadi.

Drs. Anton Eknaton, MHum perwakilan dari Panin Dai ichi life menceritakan tentang sekelumit kiprah Habibie didunia pemerintahan/ politik. BJ Habibie dilantik menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia untuk menggantikan Soeharto yang lengser pada 1998. Pada masa kepemimpinannya tersebut, Habibie melakukan gebrakan baru semasa kepemimpinannya. Salah satu yang paling fenomenal adalah pemulihan sektor ekonomi serta meredakan kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.Hal ini menjadi angin segara bagi perusahaan media massa, karena dapat beroperasi kembali. Undang-Undang Otonomi daerah juga berhasil meredam gejolak disintegrasi sosial yang diwariskan era Orde Baru. Hal inilah yang membuat BJ Habibie kemudian dijuluki Bapak Demokrasi Indonesia.

Anton Eknaton mengatakan “mahasiswa harus belajar learning to know, learning to be (belajar menjadi diri sendiri); bagaimana profesi, cita cita kamu, berikutnya belajar melakukan (learning to do): action, tidak hanya ceramah, vision, passion action; learning to live together (belajar hidup bersama) pembentukan karakter, inilah 4 pilar pendidikan UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization).

Dalam kesempatan ini, turut hadir perwakilan dosen berbagai program studi, kepala unit atau bagian, serta ketua himpunan atau ketua UKM (Unit Kegiatan Masyarakat), Buddies UP45, dan perwakilan dari mitra organisasi. Dalam kesempatan tersebut hadir perwakilan mahasiswa asing Fransisco Eric Cantona, Agostinho, sedangkan perwakilan mahasiswa asing yang siap dilepas adalah Leoneto Barros de Jesus dan Zeca Jose Martinho.