Meningkatkan Konsentrasi Kerja Pada Guru TK Melalui Kegiatan Psikologi Berbagi

<p style="text-align:justify">Konsentrasi kerja merupakan tema pelatihan yang menarik dan diminati oleh berbagai kalangan. Upaya memenuhi permintaan para Guru TK pada pelatihan-pelatihan sebelumnya maka Fakultas Psikologi UP45 kembali mengangkat tema &rdquo;Meningkatkan Konsentrasi Kerja Pada Guru TK&rdquo; dalam kegiatan rutin Psikologi Berbagi. Acara pelatihan dibuka oleh Ibu&nbsp; Dewi Handayani H, S.Psi., M.Psi., selaku Wakil Rektor II UP 45 Yogyakarta. Peserta yang hadir merupakan Guru TK di Jogjakarta dan sekitarnya yaitu antara lain KB TK Asem Ceria, Karang Asem Wukirsari Imogiri, SPS Kemuning Tegalsari Wedomartani Ngemplak Sleman, Paud KB Bintang Harapan, KB Ceria Sanggar, KB TK IT Khalifah Centre, PAUD Bunaya, Bambini Montessori Jogjakarta. Pelatihan terlaksana di Ruang A 103, Universitas Proklamasi 45, pada Sabtu, 9 April 2016.</p>

<p style="text-align:justify">Materi pelatihan disajikan dalam beragam bentuk permainan yang sangat menarik. Diawali dengan &ldquo;Game permen&rdquo; sebagai upaya saling mengenal antara sesama peserta dan trainer. Kegiatan game yang juga bertujuan untuk melatih ingatan tentang identitas dasar lawan bicara ini dipimpin oleh Tri Welas Asih, mahasiswa Fakultas Psikologi UP45 yang berprofesi sebagai guru TK. Suasana pelatihanpun telah terasa lebih akrab dan tanpa disadari para peserta juga telah melatih diri untuk lebih kreativ dalam memulai interaksi sosial dengan cara yang lebih menarik.</p>

<p style="text-align:justify">Setelah melakukan Game Permen para peserta diajak berdiskusi tentang pentingnya konsentrasi dalam bekerja yang merupakan materi inti dalam pelatihan ini oleh Ibu Dr. Arundati Shinta, S.Psi.,M.A. &rdquo;Ada kalanya pikiran kita tidak terfokus karena satu dan lain hal. Satu atau dua kali mungkin masih terhitung wajar, tetapi jika sudah berkali-kali dan mengganggu konsentrasi &nbsp;dalam menyelesaikan pekerjaan maka kita harus segera memperbaiki pola kerja kita&rdquo; demikian dijelaskan oleh ibu Shinta. Game selanjutnya yaitu &rdquo;Menghitung Kelipatan Tujuh&rdquo;, para peserta dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berkompetisi dalam menyebutkan angka-angka sesuai dengan urutan yang telah ditentukan dan ternyata tidak semudah dengan yang dibayangkan.</p>

<p style="text-align:justify">Para peserta diajak merefleksikan game tersebut oleh Wahyu Widiantoro, M.A., dijelaskan bahwa: &nbsp;&rdquo;Setiap individu hendaknya memahami kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya mampu menemukan cara dalam meningkatkan konsentrasinya masing-masing&rdquo;.</p>

<p style="text-align:justify">Akhir acara pelatihan para peserta mensharingkan apa yang didapat dari acara yang telah mereka ikuti. Para peserta berharap acara pelatihan dari Fakultas Psikologi sering dilaksanakan dan mereka berniat mengundang untuk diberikan pelatihan dengan materi yang berbeda-beda. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa mereka tidak menduga bahwa pelatihan yang diadakan akan sangat berbeda dan menarik untuk diikuti karena terkesan santai dengan game-game yang bisa mengajak untuk lebih mudah memahami materi. &rdquo;Saya semakin menyadari konsentrasi sangat berhubungan dengan komitmen. Dalam sebuah tim kerja kita harus mampu memaklumi kemampuan setiap anggota yang berbeda-beda. Konsentrasi adalah pembiasaan diri, semakin kita merasa cakap kendala pun akan semakin bervariasi&rdquo;, demikian ungkap ibu Dina salah satu peserta pelatihan. <strong>(Wahyu) </strong></p>

Fakultas Hukum UP45 Gelar Study Tour Ke Lembaga Hukum Di Jakarta

<p style="text-align:justify">Pendidikan merupakan sarana untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta didik dalam rangka memberikan pelajaran agar dapat memecahkan masalah ditemui ketika lulus dari sebuah perguruan tinggi. Oleh karena itu, penting memberikan pendidikan tidak hanya di dalam kelas, tetapi&nbsp; langsung ke lapangan. Seperti yang dilakukan Fakultas Hukum Universitas Proklamasi 45 dalam memberikan pembelajaran kepada mahasiswa.</p>

<p style="text-align:justify">Dalam rangka memperkaya pengetahuan dan wawasan mahasiswa, Fakultas Hukum UP45 Yogyakarta melakukan <em>study tour </em>ke beberapa lembaga di Jakarta. Acara yang diikuti oleh&nbsp; 37 peserta itu mengunjungi tiga lembaga hukum di wilayah Jakarta. Ketiga lembaga tersebut adalah Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</p>

<p style="text-align:justify">Rombongan berangkat dari UP 45 pada Senin (04/04) pada pukul 15.00 WIB dan tiba di Jakarta pada Selasa (05/04). Setibanya di Jakarta, rombongan langsung menuju kantor BPHN. Disana rombongan FH UP 45 disambut dengan baik oleh beberapa ketua devisi. Di sana peserta <em>study tour</em> diberikan penjelasan mengenai apa saja tugas dan tujuan dari BPHN secara terperinci seperti pembinaan hukum, penyuluhan hukum dan penyuluhan undang-undang. Peserta merasa senang mndapat sambutan yang baik dan ilmu pengetahuan yang dibagikan oleh ketua-ketua devisi tersebut. Namun sayangnya rombongan tidak dapat bertemu langsung dengan ketua BPHN dikarenakan yang bersangkutan sedang ada acara lain sehingga tidak dapat ikut menyambut rombongan yang datang.</p>

<p style="text-align:justify">Setelah mendapatkan pengetahuan tentang hukum dari BPHN, rombongan mengunjungi kantor kejaksaan agung. Di kantor tersebut, mahasiswa fakultas hukum UP 45 diberikan pengetahuan seputar ilmu hukum. Setelah sekitar dua jam mendengarkan penjelasan, peserta menuju ke penginapan.</p>

<p style="text-align:justify">Pada hari kedua, seluruh peserta menuju kantor KPK. Di tempat itu, Peserta mendapatkan pejelasa mengenai korupsi. Menurut Budi, salah satu peserta <em>study tour</em>, diantara ketiga lembaga yang dikunjungi, di kantor KPK dia menemukan hal paling menarik. &ldquo;Paling seru <em>tuh </em>di kantor KPK. Penjelasannya komunikatif,&rdquo; demikian komentar Budi.</p>

<p style="text-align:justify">Menurut Budi, dia dan kawan-kawannya tidak hanya diberi pengetahuan seperti apa korupsi, tetapi juga dijelaskan apa saja yang dapat mempengaruhi seseorang sehingga berbuat korupsi. Misalnya, korupsi terbiasa di lakukan mulai dari hal-hal kecil seperti korupsi waktu.</p>

<p style="text-align:justify">Selepas dari kantor KPK, rombongan mngadakan pertemuan dengan Alumni fakultas hukum UP 45 yang ada di Jakarta. Pada kesempatan itu hadir 7 alumni yang saat ini menjabat sebagai notaris, letnan, pegawai kejaksaan dan beberapa pegawai badan hukum lainnya. Para almni tersebut berbagi pengalaman kepada adik-adik tingkatnya tentang kisah mereka ketika di UP 45.</p>

<p style="text-align:justify">Pertemuan bersama alumni tidak cukup disebatas berbagi pengalaman saja. Para alumni tersebut memberikan hadiah kepada rombongan untuk bermain di Ancol dan Dufan secara gratis. Selepas bermain di Dufan, rombongan langsung kembali ke Yogyakarta, tiba di UP 45 pada kamis (07/04). &nbsp;<strong>(Taqiyuddin)</strong></p>

Form TRACER STUDY

<p>Diharapkan kepada seluruh alumni Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bersedia untuk mengisi form TRACER STUDY melalui link di bawah ini</p>

<p><a href="https://docs.google.com/forms/d/1BQaa8y6vsB460fou9yNPZ6xeWSRDhjYuZvE45UR8fAM/viewform" target="_blank">https://docs.google.com/forms/d/1BQaa8y6vsB460fou9yNPZ6xeWSRDhjYuZvE45UR8fAM/viewform</a></p>

<p>Saat ini, UP45 melalui Career Development Center (CDC) sedang terus meningkatkan hubungan dengan para Alumni, termasuk melalui Studi Penelusuran Alumni (Tracer Study) layaknya yang dilakukan universitas-universitas terkemuka di dunia. Studi Penelusuran Alumni dilakukan untuk mengetahui masa transisi dari dunia kampus menuju dunia kerja dan untuk mendapatkan masukan bagi perbaikan sistem pendidikan dan kurikulum Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Hasil dari survey ini akan menjadi data yang sangat berharga bagi UP45 yang akan diperlukan bagi berbagai kebutuhan pengembangan dan kemajuan kampus UP45. Oleh karena itu, kami mohon kesediaan para alumni UP45 yang terhormat untuk bekerjasama dalam mengisi kuesioner<em> Tracer Study</em> ini. UP45 dapat menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan.</p>

<p>Salam dan doa kami dari Almamater untuk kesuksesan Anda semua para Alumni UP45.</p>

Inpex-Shell Kaji Pengolahan Gas Blok Masela di Darat

<div style="text-align: justify;">Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) secara resmi telah meminta investor Blok Masela di Maluku mengkaji rencana pengembangan (plan of development/POD) pengolahan gas di darat (onshore). Langkah ini sebagai tindak lanjut menyikapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta pengolahan gas Blok Masela dilakukan di darat.<br />
<br />
&ldquo;Kami sudah meminta untuk mengajukan lagi yang onshore. Saat ini sedang di pelajari oleh Inpex,&rdquo; ujar Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi saat dihubungi Sindonews, melalui pesan singkat, di Jakarta, Kamis (7/4/2016).<br />
<br />
Hal senada juga dikatakan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas, Elan Biantoro yang mengatakan pihaknya telah meminta investor Blok Masela untuk memperbaiki dokumennya di onshore. Kemudian secara resmi SKK Migas menginstruksikan investor melakukan kajian model pengolahan di darat sejak Jumat (1/4) lalu.<br />
<br />
&ldquo;Sesuai arahan Menteri ESDM Sudirman Said mereka akan melakukan kajian kembali di onshore. Dan sejauh ini Inpex masih berkomitmen tetap melanjutkan investasi pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela,&rdquo; kata Elan.<br />
<br />
Meski begitu, SKK Migas tidak memberikan target kapan kajian pengolahan gas di Blok Masela dapat diselesaikan. Kajian pengolahan gas di darat diserahkan sepenuhnya kepada investor. &ldquo;Tergantung dengan Inpexnya tapi terkait skema kajian onshore nanti akan diajukan. Dan kami tentu akan melakukan pembahasan,&rdquo; jelasanya.<br />
<br />
Sementara Senior Communication Manager Inpex Corporation, Usman Slamet mengaku sudah menerima surat resmi tentang sikap pemerintah yang menginginkan gas Blok Masela diolah di darat (on shore). Ia juga memastikan Inpex dan Shell tetap meneruskan pengembangan gas di Blok Masela.<br />
<br />
&ldquo;Kami sudah menerima surat dari SKK Migas per kemarin pagi yang memberi instruksi kepada Inpex untuk memasukan POD baru berdasarkan skema onshore untuk proyek pengembangan lapangan gas Abadi,&rdquo; jelas dia<br />
<br />
Menurut dia, kebijakan Inpex tetap tidak berubah atau&nbsp; tetap berinvestasi dan memulai rencana pengembangan lapangan gas Abadi, Masela sesuai keputusan Presiden Jokowi. Inpex selanjutnya akan segera melakukan kajian pengembangan proyek sekaligus mengkonfirmasi latar belakang keputusan dan intensi pemerintah Indonesia.&nbsp;<br />
<br />
&ldquo;Kita akan melakukan seluruh kegiatan bersama-sama dengan joint venture partner kami (Shell) dan tentunya SKK Migas dan kementerian terkait,&rdquo; jelasnya.<br />
<br />
Namun begitu, Usman belum menjelaskan besaran biaya dalam mengkaji rencana pengembangan pengolahan gas di darat. Dia menyebut, terlalu dini jika bicara terkait detail proyek. &ldquo;Saat ini menurut hemat saya masih terlalu dini jika bicara atau berkomentar terkait detail proyek atau biaya skema pengembangan,&rdquo; tandasnya.<br />
<br />
Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah mengumumkan gas Blok Masela harus diolah di darat. Alasan Presiden adalah agar pengolahan gas Blok Masela memberi dampak ganda bagi masyarakat Maluku. Pengolahan gas di darat juga akan memudahkan pengawasan.<br />
<br />
Data SKK Migas menyebut September 2015 lalu&nbsp; investor yakni Inoex dan Shell mengajukan revisi POD setelah cadangan gas yang ditemukan di Blok Masela lebih besar daripada sebelumnya, yaitu menjadi 10,7 triliun kaki kubik (TCF). Investasi untuk skema pengolahan gas terapung sebesar USD14 miliar.<br />
<br />
Sementara kontrak bagi hasil Blok Masela telah ditandatangani sejak 1998 dan berlaku sampai tahun 2028. Inpex investor asal Jepang memegang saham sebesar 65% dan&nbsp; Shell investor asal Belanda memegang peranan sebesar 35% saham. <strong>(akr)</strong></div>

<div style="text-align: justify;">&nbsp;</div>

<div style="text-align: justify;"><a href="http://ekbis.sindonews.com">Sumber</a></div>

Ujian Tengah Semester

<p>Ujian Tengah Semester Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta</p>

Calon Pemimpin Bersekolah Kepemimpinan

<p style="text-align: justify;">Berbincang tentang kepemimpinan, sangat erat kaitannya dengan mahasiswa. Sebagai sosok yang dipersiapkan untuk dapat membantu memecahkan permasalah dalam kehidupan masyarakat ketika sudah lulus dari sebuah&nbsp; perguruan tinggi, sepertinya tidak berlebihan jika mahasiswa disebut sebagai calon pemimpin dimasa depan. Karna itu, jiwa kepimpinan harus ditanamkan dalam diri seorang mahasiswa sebagai bagian dari bekal untuk terjun dalam kehidupan masyarakat.</p>

<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan hal tersebut, selama tiga hari, Kamis-Sabtu (07-09/04), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta menggelar sekolah kepemimpinan bertempat di Laboraorium Bahasa UP 45.&nbsp; Acara ini merupakan bentuk aplikasi dari cita-cita pengurus HMI untuk mengkader mahasiswa menjadi manusia yang paham bagaiman cara bersikap ketika memimpin dan dipimpin.</p>

<p style="text-align: justify;">Pada hari pertama (07/04) materi yang diberikan kepada peserta adalah tentang psikologi pendidikan dengan pemateri Dewi Handayani Harahap (Wakil Rektor II UP 45) dan Happy Susanto (Dosen UP 45). Pada kesempatan itu, Dewi dan Susanto mengupas tuntas kepemimpinan dilihat dari ilmu psikologi.</p>

<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, di hari kedua (08/04) masih dalam lingkup kepemimpinan, peserta disuguhi materi politik media massa oleh dua pemateri yaitu Ali Sukrajab (Wakil Rektor III UP 45) dan Puguh Windrawan (Dosen Fakultas Hukum UP 45 dan Pembina LPM Gema Proklamasi). Pada kesempatan itu, Ali dan Puguh menjalesakan kepada peserta seperti apa peran media massa dalam menggiring wacana berkaitan dengan politik dan kepemimpinan. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai perbedaan antara media <em>online </em>&nbsp;dengan media cetak.</p>

<p style="text-align: justify;">Pada terakhir (09/04), peserta diberi pemahaman mengenai pemetaan politik publik oleh Syamsul Ma&rsquo;arif (Wakil Rektor I UP 45). Peserta yang berjumlah 20 orang sesuai dengan kuota yang diestimasikan oleh panitia mengikuti penjelasan Arif&nbsp; dengan seksama mengenai bagaimana pemetaan politik yang lumrah diterapkan.</p>

<p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai bagaimana tanggappan peserta mengenai acara sekolah kepemimpinan tersebut, Tri Jumiati menyatakan bahwa acara yang diikutinya cukup menarik. &ldquo;acaranya cukup menarik&rdquo; demikian komentarnya. Karena latar belakang jurusannya bukan di bidang politik,&nbsp; mahasiswi jurusan psikologi UP 45 itu menyatakan bahwa dirinya kurang maksimal menyerap ilmu yang berkaitan dengan politik dalam sekolah kepemimpinan tersebut. &ldquo;acaranya <em>nggak </em>ngebosenin <em>sih</em>, cuma karna materinya tentang politik aku kurang paham,&rdquo; tututurnya. Namun demikian, Tri tetap merasakana banyak manfaat yang dia dapat seperti teman baru dan pengetahuan berdasarkan dari pengalaman pembicara yang disampaikan pada acara tersebut.</p>

<p style="text-align: justify;">Ahmad Yani, ketua HMI komisariat UP 45 bersyukur atas terlaksananya acara tersebut. Yani menyatakan bahawa acara yang diselenggarakannya bersama teman-temannya berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. <strong>(Taqiyuddin)</strong></p>

Pelantikan Pengurus Baru HMTM UP45 Merajut Solidaritas Berjiwa M Solidarity Forever

<p style="text-align:justify">Setelah melakukan serangkaian acara mulai dari sosialisasi himpunan, musyawarah besar anggaran dasar dan rumah tangga (ADART) dan pemilihan pengurus baru selama beberapa hari, Himpunan mahasiswa teknik mesin (HMTM) Universitas Proklamsi (UP) 45 Yogyakarta menggelar acara pelantikan pengurus baru HMTM UP 45 periode 2016-2017. Pelantikan yang digelar pada Sabtu (09/04) ini dihadiri oleh ketua Himpunan Mahasiswa (HM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan&nbsp; UP 45.</p>

<p style="text-align:justify">Pada kesempatan itu, Imam Ali Faqih sebagai ketua terpilih dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh hadirin atas kehadiran mereka. Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh ketua HM dan UKM yang sudah berkenan hadir. Dia berharap, semoga HMTM bisa menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan himpunan mahasiswa yang lain.</p>

<p style="text-align:justify">Pengurus HMTM yang baru dengan visi dan misi menjadikan HMTM sebagai himpunan mahasiswa yang kondusif, inovatif dan kreatif, berkeinginan meningkatkan kualitas HMTM dalam rangka mengembangkan pengetahuan dan wawasan anggota HMTM UP 45. Imam juga menyampaikan, dia bersama kawan-kawannya bercita-cita mengembangkan kreativitas dengan sarana dan prasana yang ada.</p>

<p style="text-align:justify">Wakil Dekan Fakultas Teknik UP 45, Enda Apriani yang pada kesempatan itu mewakili Dekan Fakultas Teknik, memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa teknik mesin yang hadir agar selalu bersemangat dan mengukir prestasi. Enda berharap agar mahasiswa teknik mesin UP 45 mengukir prestasi dan selalu aktif dalam berbagai kompetisi untuk meningkatkan kualitas dan wawasan mahasiswa itu sendiri. &ldquo;saya harap mahasiswa teknik mesin lebih aktif mengikuti kompetisi dan mengukir prestasi baik di tingkat regional maupun nasional&rdquo;, begitu kata Enda dalam sambutannya.</p>

<p style="text-align:justify">Acara yang digelar di Ruang A.301 Gedung A UP 45 itu berlangsung&nbsp; dari pukul 08.00-11.00 WIB dihadiri kurang lebih 50 peserta. Meskipun acara dikemas secara sederhana, namun berlangsung meriah.<strong> (Taqiyuddin)</strong></p>

Karyawan UP45 Peringati Ulang Tahun Rekan Kerja Untuk Menjalin Kekeluargaan

<p style="text-align:justify">Kerjasa sama dan solidaritas antar karyawan dalam sebuah institusi merupakan sesuatu yang menjadi penentu utama tercapainya tujuan bersama. Universitas Prokamasi (UP) 45 Yogyakarta sebagai institusi pendidikan &nbsp;memiliki karyawan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keragaman mereka terlihat dari perbedaan logat bicara ketika berbincang-bincang. Namun demikian, perbedaan daerah dan logat bahasa tidak menjadi penghalang untuk mereka menjadi sebuah keluarga. Hal itu terbukti dengan peringatan ulang tahun yang dilakukan oleh para karyawan setiap ada teman kerjanya yang berulang tahun.</p>

<p style="text-align:justify">Seperti yang terjadi pada Selasa (05/04), di ruang Biro Adminidtrasi dan Umum (BAU) UP 45 para karyawan BAU hiruk-pikuk dengan karyawan yang memperingati ulang tahun Rosiana Puspita Sari, Kepala Bagian Kesekretariatan dan Legal. Ketika ditanya soal motif perayaan ulang tahun tersebut, Fitroh Dwi Nugroho, yang juga ikut andil dalam perayaan tersebut menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh dia dan rekan-rekannya yang lain adalah dalam rangka menjalin tali sliaturahmi antar karyawan, demikian kata Firoh. Dia juga menyatakan bahwa perayaan hari ulang tahun karyawan memang biasa di lakukan.&nbsp; Sebab bagian adminidtrasi punya daftar tanggal lahir karyawan BAU. Sehingga mereka saling mengetahui ualng tahun rekan-rekan kerjanya.</p>

<p style="text-align:justify">Menurut Fitroh, biasanya yang sedang berulang tahun mengadakan acara makan bersama selepas dirayakan oleh rekan-rekannya. Namun acara makan-makan bukanlah suatu hal yang wajib. Yang terpenting bagi dia dan rekan-rekannya adalah tali silaturahmi dan keakraban antar karyawan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan rasa solidaritas dalam bekerja.</p>

<p style="text-align:justify">Ketika disinggung soal bagaimana persaannya mendapati kejutan dari rekar-rekan kerjanya, Pita mengaku sangat bahagia dan bangga. Meskipun peringatan ulang tahun yang semacam itu biasa dilakukan kepada teman-teman kerjanya yang lain, namun dia tidak menyangka hari ulang tahunnya kali ini juga akan diperingati. Sebab hari ulang tahunnya sudah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Dia sangat berterimakasih atas kepedulian teman-temannya. Pita menganggap, ini merupakan bentuk kasih sayang karna mereka sudah membaur menjadi satu dan menganggap sudah menjadi keluarga. Dia berharap, semoga hal yang semacam ini bisa benar-benar menjadi pengikat keakraban dan rasa kekeluargaan antar karyawan di UP 45.<strong> (Taqiyuddin)</strong></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

Dua Mahasiswa Teknik Perminyakan Masuk 10 Besar Essay Competition GWES

<p style="text-align:justify">Dua mahasiswa Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta, yakni Vicha Anggiri Restu Barnawi dan Hendri Anur berhasil lolos memasuki 10 besar <em>essai competation </em>menyambut acara <em>Goephisycal Worshop, Expo and Seminar (GWES)</em> Universitas Lampung (UNILA) 2016<em>.</em> Keduanya adalah mahasiswa teknik perminakan angkatan 2014. Ketika diwawancarai mengenai bagaimana proses yang dia jalani ketika menguti lomba, hendri menyampaikannya secara rinci.</p>

<p style="text-align:justify">Menurut Hendri, keberhasilan yang dia tuai saat ini tidak lepas dari jasa Sigit Cahyono, ST.,M.Eng., salah satu dosen teknik perminyakan UP 45. Dalam hal ini Sigit yang mengajar mata kuliah metodologi penelitian memberikan tugas kepada mahasiswa didikannya untuk menulis karya ilmiah berupa essay. Selanjutnya, essai karya mahasiswa yang terkumpul dia ikutkan lomba essai yang diadakan oleh UNILA.</p>

<p style="text-align:justify">Cara yang dilakukan oleh Sigit merupakan salah satu bentuk aplikasi pembelajaran. Seperti yang dia sampaikan ketika mengajar mahasiswa, dirinya menginginkan agar ilmu yang didapat oleh mahasiswanya tidak hanya berupa konsep-konsep semata, melainkan aplikasi nyata sebagai bukti pemahaman mahasiswa terhadap apa yang dia pelajari. Untuk itulah Sigit membaerikan tugas kepada mahasiswa sebagai latihan dari mata kuliah metodologi penelitian. Bahkan tidak tanggung-tanggung, menurut Hendri, Dosen yang terkenal selalu memacu semangat mahasiswa UP 45 itu mengiming-imingi mahasiswanya dengan hadiah nilai &ldquo;A&rdquo; bagi yang berhasil masuk 10 besar <em>essai competation GWES </em>2016. &ldquo;Pak Sigit menjanjikan nilai &lsquo;A&rsquo; bagi mahasiswa yang berhasil masuk 10 besar kompetisi essai GWES. Karna itu teman-teman semangat menulis essai untuk dikirim ke lomba tersebut&rdquo;, demikian kata Hendri.</p>

<p style="text-align:justify">Hal yang dilakukan oleh Sigit Cahyono sudah selakyanya dilakukan oleh dosen-dosen lain. Apreasi dan semangat bagi mahasiswa sangat dibutuhkan. Apalagi menurut Hendri, Sigit tidak hanya memberikan tugas penulisan essai kepada mahasiswa,&nbsp; tetapi juga memeriksa essai yang dikumpulkan oleh mahasiswa didikannya sehingga dapat diketahui apabila terdapat kekurangan dalam tulisan tersebut.</p>

<p style="text-align:justify">Pada lomba tersebut, Vicha mengirimkan essay yang membahas tentang gelombang pada metode&nbsp; seismik dan <em>ground </em>penetrating radar. Sedangkan&nbsp;&nbsp; Hendri membahas tentang prospek hidrokarbon non konvensional di Indonesia. saat ini keduanya sedang menunggu pengumuman juara kompetesi essay tersebut.&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify">Proses pemilihan juara ini dilakukan dengan cara <em>voting like and comment </em>pada akun <em>Facebook. </em>Panitia penyelenggara memberikan alokasi waktu untuk <em>voting </em>&nbsp;hingga 10 April 2016.&nbsp; Hendri dan Vicha menggalang <em>like and comment </em>dengan memberitahu orang-orang yang mereka kenal untuk berpartisipasi supaya keduanya dapat mendulang kemenangan. Kedua mahasiswa ini berharap dapat menjuarai lomba tersebut untuk membawa nama harum Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Bravo UP 45. <strong>(Taqiyuddin)</strong></p>

Sekolah Kepemimpinan HMI Komisariat Proklamasi 45

<p>Mulai Pukul 13.00 – 15.00 WIB</p>