Dosen dan Mahasiswa UP45 Memanfaatkan Limbah Abu Sekam Padi Guna Mengurangi Pencemaran

Dosen dan Mahasiswa UP45 Memanfaatkan Limbah Abu Sekam Padi Guna Mengurangi Pencemaran

Abu Sekam Padi merupakan limbah dari sisa pembakaran biomassa, karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, abu sekam sementara ini hanya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk pertanian. Padahal Abu sekam padi dapat dibuat menjadi briket arang, dengan nilai jual yang cukup tinggi.

Tak hanya itu saja, jika memenuhi spesifikasi sesuai standar SNI, briket arang serbuk kayu dapat diekspor ke manca negara. Prospek inilah yang menjadi dasar tiga orang dosen dari Program Studi Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Teknik Lingkungan Universitas Proklamasi 45, yaitu Rena Juwita Sari, Syaiful Mansyur dan Andri Prasetyo Nugroho, dibantu oleh 5 mahasiswa dari berbagai program studi teknik memiliki misi membantu pemanfaatan limbah abu sekam padi untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kemudo.

Para dosen dibantu beberapa mahasiswa membantu pelatihan penggunaaan mesin untuk kelompok tani di Desa Kemudo. Selama ini karena kurang optimal pemanfaatan limbah abu sekam padi maka hanya sebagian yang dimanfaatkan sebagai pupuk sisanya masih banyak tidak dipergunakan dan menumpuk.

“Di sini kami membantu pemanfaatan limbah serbuk kayu untuk pembuatan briket arang dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta paralel meningkatkan perekonomian masyarakat desa Kemudo dengan memberikan 1 set alat mesin ekstruder briket dan 1 set alat mixer briket yang dananya diperoleh dari hibah Kemendikbudristek,”ungkap Rena Juwita Sari, Senin (09/10/2023).

Briket arang abu sekam padi diproduksi dengan cara mencampurkan komposisi abu sekam dengan tepung kanji dan air panas sebagai perekat, setelah itu campuran tersebut di cetak menggunakan mesin cetak briket. Dalam membuat briket perlu diperhatikan kualitas briket tersebut, pengepakan menggunakan plastik dan dus dapat menambah nilai jual produk tersebut.

Selain membuat produk briket, tim UP45 juga membantu dan melatih warga untuk proses pemasaran melalui digital marketing, dengan melakukan optimasi di platform market place. Tim tersebut berharap apa yang dilakukan bisa menjadi solusi nyata untuk mengatasi limbah yang selama ini mengotori lingkungan serta membantu perekonomian masyarakat.