Youth Program Mengajak Generasi Muda Peduli Permukiman

04 Mei 2015 12:46:52 WIB
Telah dibaca 512x

Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan diikuti oleh berkembangnya wilayah permukiman baru yang lahir akibat pembangunan yang semakin pesat. Hal ini ditujukan dengan meningkatkanya jumlah penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggal dikawasan perkotaan merupakan potensi sekaligus modal sosial bagi kawasan perkotaan dalam menggerakkan perekonomian di wilayahnya. Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan  Permukiman Maliki Moersid dalam Sosialisasi Youth Program Water Sanitasi and Cities Forum 2015 di area car free day kawasan Sarinah, Minggu (26/4).
 
Lebih lanjut dikatakannya, meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan menimbulkan banyak permasalahan seperti kemiskinan, timbulnya kawasan kumuh, rendahnya kualitas layanan infrastruktur, persoalan lingkungan hidup dan tidak maksimalnya pelayanan publik. Kawasan perkotaan yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan banyak persoalan bagi pemerintah kota dan warganya, khususnya dalam pengelolaan permukiman.
 
Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah pusat melalui Ditjen Cipta Karya berkomitmen untuk selalu menyediakan infrastruktur permukiman untuk kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut terdapat dalam berbagai kebijakan, program dan indikator yang ada dalam RPJMN 2015-2019 yang merujuk pada Nawacita. Hingga saat ini, infrastruktur permukiman bidang air minum dan sanitasi telah mencapai tingkat pelayanan 67,7% dan 60,91%, sedangkan luas kawasan kumuh perkotaan telah berkurang menjadi 10% di Indonesia.
 
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya mengelola permukiman dan hidup sehat, Ditjen Cipta Karya melaksanakan beberapa program yang memfokuskan pada pemberdayaan masyafakat. Dikarenakan, permukiman, sanitasi dan air minum merupakan suatu hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 
 
"Permukiman, sanitasi dan air minum secara langsung menyentuh kehidupan masyarkat. Salah satu contoh program yang dilakukan Ditjen Cipta Karya adalah program pemberdayaan yakni Sanimas dan TPS 3R. Kedua program ini melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan  sampai pengoperasian dan pengawasan. Dari kegiatan tersebut diharapkan akan timbul rasa kepemilikan terhadap infrastruktur permukiman yang dibangun.  sehingga perubahan perilaku hidup sehat dan bersih dapat lebih cepat terwujud," tuturnya. 
 
Dalam kegiatan tersebut, para generasi muda sebagai penerus bangsa diajak untuk ikut serta karena mereka merupakan kelompok yang berpotensi dan mampu menjadi agen perubahan. Anak muda Indonesia sebagai agent of change dapat mengembangkan dirinya untuk menjadi generasi yang peduli lingkungan dan dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga permukiman.
 
Untuk itu, kegiatan Youth Program dalam rangkaian acara Water Sanitation and  Cities Forum 2015 diadakan dengan harapan dapat melibatkan anak-anak muda Indonesia dan international untuk peduli terhadap perbaikan permukiman yang layak huni termasuk air minum dan sanitasi. 
 
Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kepedulian pemuda agar lebih aktif dalam mewujudkan permukiman yang layak dan berkelanjutan serta memiliki tujuan. Yaitu, meningkatkan pengetahuan pemuda terkait permukiman yang layak huni dan berkelanjutan; memfasilitasi ide kreatif anak muda peduli permukiman, air minum dan sanitasi; menghasilkan pemuda yang peduli terhadap perbaikan permukiman, air minum dan sanitasi di Indonesia untuk mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan.

Sumber

Artikel Terkait

Tambang Minyak Bermunculan di Kedewan

14 Des 2015 09:44:09 WIB

Pertambangan Bojonegoro munculkan sumur baru. Pertambangan minyak Bojonegoro belakangan hari in...

Bangga Menjadi Alumni UP45

21 Des 2016 15:43:42 WIB

Halo apa kabar Bapak dan Ibu Dosen, para staf dan juga kawan-kawan Universitas Proklamasi 45 (UP45)?...

Berita Terbaru

Energy Management and Governance Institute UP 45 (EMGI UP45) mengadakan kegiatan bedah buku dan disk...

Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Tingkat Nasional (MTQMN) XV Tahun 2017 merupakan MTQ MN T...

Dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pem...

Agenda

13
Sep
2017
14
Sep
2017