Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Jokowi Resmikan 8 Infrastruktur Energi Terbarukan

  06 Apr 2016 16:46:09 WIB

Presiden Jokowi mengatakan, setiap wilayah harus memiliki pelabuhan, karena dengan infrastruktur inilah suatu daerah dapat berkembang. Tahun ini telah siap diresmikan 35 pelabuhan termasuk pengembangan pelabuhan, satu pelabuhan telah diresmikan Presiden hari ini, yakni Pelabuhan Wasior dan besok rencananya akan adalah lima pelabuhan lagi.

"Inilah konektivitas. Inilah yang akan mempersatukan kita," seperti yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Presiden memerintahkan untuk mempersiapkan regulasi, aturan-aturan yang cepat, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghadapi persaingan dan kompetisi.

Di akhir sambutan, Presiden berpesan kepada masyarakat setempat untuk senantiasa memelihara infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. "Kita ini masalah pemeliharaan perawatan, paling tidak bisa. Membangun pintar, merawat tidak bisa. PLTS Doroba tiga sampai empat tahun berhenti, inilah gunanya turun ke bawah, karena ada yang bisikin saya," ungkap Presiden

Dalam beberapa kesempatan, Presiden menggarisbawahi perbedaan yang besar antara ada listrik dengan tidak ada listrik. Dengan listrik tak hanya penerangan, tapi juga pendidikan, kesehatan, ekonomi bahkan pertahanan dapat dikelola dengan baik.

Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, infrastruktur yang diresmikan hari ini adalah bagian dari proyek-proyek infrastruktur energi yang telah dibangun di tahun 2015, yang total kapasitasnya mencapai 10,7 mw di 174 lokasi. Pada tahun 2016 ini, Kementerian ESDM membangun lagi PLT energi terbarukan di 131 lokasi dengan kapasitas mencapai 31 mw.

"Ini memang adalah jumlah yang tidak besar, namun manfaatnya bagi masyarakat didaerah pulau, terluar dan terisolasi adalah sangat besar," kata Sudirman.

Seperti diketahui, pemerintah telah berkomitmen dan sedang merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu mw. Sebesar 25 persen dari target tersebut, atau sekira 8.800 mw, diupayakan dari energi terbarukan.

"Energi terbarukan akan menjadi solusinya. Pendanaan program ini selama lima tahun ke depan, akan berasal tidak hanya dari APBN namun juga dari BUMN seperti PLN, Pertamina dan LEN, serta pihak swasta dalam negeri," ungkap Menteri ESDM.

Adapun delapan infrastruktur energi terbarukan yang diresmikan hari ini adalah sebagai berikut.

1. PLTS Hybrid 350 KW di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Maluku Utara. PLTS ini akan mendukung PLT Diesel Daruba yang selama ini sudah melayani listrik untuk masyarakat di ibukota Kabupaten Pulau Morotai.

2. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Adaut, Kecamatan Pulau Selaru, Provinsi Maluku. PLTS ini sangat membantu mendorong perekonomian masyarakat di Desa Adaut di Pulau Selaru, Maluku Tenggara Barat.

3. PLTS Hybrid 250 KW di Desa Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. PLTS ini mendukung PLTD yang telah ada sehingga masyarakat terlayani 24 jam.

4. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Bomaki, Kecamatan Pulau Tanimbar Selatan, Maluku. PLTS ini dibangun untuk memperkuat pasokan listrik PLTD yang telah ada.

5. PLTS Terpusat 15 KW di Desa Kampung Harapan Jaya, Kecamatan Misool Selatan, Papua Barat. PLTS ini merupakan PLTS Terpusat Off-Grid yang melistriki satu desa terpencil yang belum pernah terlayani listrik sebelumnya. PLTS ini dapat melistriki 92 rumah.

6. PLTMH 280 KW di Desa Temel, Kecamatan Ayamaru Jaya, Papua Barat. PLTMH ini dapat melistriki 124 sambungan yang terdiri dari 114 rumah dan 8 fasilitas umum yaitu puskesmas pembantu, sekolah, gereja, kantor camat dan kantor desa. PLTMH ini menggunakan turbin buatan Indonesia.

7. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Waropko, Kecamatan Waropko, Papua. PLTS yang dibangun di daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini bertujuan untuk mendukung PLTD yang dibangun PLN.

8. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Kampung Sota, Kecamatan Sota, Papua. PLTS ini juga dibangun di desa terdepan Indonesia dengan Papua Nugini. Bersama dengan PLTD yang dibangun oleh PLN, PLTS ini dapat mengalirkan listrik 24 jam kepada 358 rumah.

Semua infrastruktur EBT tersebut akan menghasilkan daya sebesar 1.295 kw. PLTS yang dibangun di atas semuanya menggunakan modul surya produksi dalam negeri.

Hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.(rai/rhs)