Berita terkini

Dubes Uni Eropa: Kuliah di Eropa Tidak Mahal Bahkan Bisa Gratis..!

<p>Uni Eropa (UE) siap menggelar pameran pendidikan terbesar dan bertaraf internasional di tiga kota besar Indonesia. Pameran pendidikan tinggi Eropa (EHEF) itu dijadwalkan mengikutsertakan 150 institusi perguruan tinggi dari 14 negara di benua biru.<br />
<br />
EHEF tahun ini memasuki penyelenggaraan yang keenam. Pameran ini akan dimulai di Balai Kartini Jakarta, 8-9 November 2014. Lalu dilanjutkan di Grand City Ball Room Surabaya 11 November dan ditutup di Universitas Hasanudin, Makasar 13 November.<br />
<br />
Dalam jumpa pers yang diadakan menjelang EHEF, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Olof Skoog menyambut baik berlangsungnya acara ini. Ia mengatakan pendidikan merupakan cara jitu mendekatkan warga Uni Eropa dan Indonesia.<br />
<br />
&quot;Pendidikan dapat meningkatkan saling pengertian antar warga. Uni Eropa terus mendukung pendidikan yang berkualitas,&quot; sebut Skoog di Jakarta, Kamis (6/11/2014).<br />
<br />
Tanpa ragu, Skoog menyebut, Eropa merupakan tujuan bagi siswa-siswa berprestasi. Bukan cuma dari Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.<br />
<br />
Oleh sebab itu, Uni Eropa menanggap sektor pendidikan adalah bidang yang sangat serius untuk digarap. Sehingga, negara-negara anggota Uni Eropa tak ragu untuk menanamkan investasi besar di bidang pendidikan dan penelitian.<br />
<br />
&quot;Kami berharap siswa internasional dari Indonesia akan memperoleh manfaat dari investasi tersebut,&quot; papar pria asal Swedia tersebut.<br />
<br />
Selain membahas soal keunggulan belajar di Eropa, Skoog turut angkat bicara terkait tantangan yang ada ketika mahasiswa dari Indonesia belajar di Benuanya. Untuk masalah biaya dan dana hal tersebut sama sekali tak usah dikhawatirkan.<br />
<br />
&quot;Di Eropa, biaya kuliah tidak mahal atau dalam kasus tertentu mungkin tidak dikenakan biaya,&quot; jelas dia.<br />
<br />
&quot;Uni Eropa, negara anggotanya serta universitas di sana menawarkan berbagai beasiswa. Tiap tahun Uni menyediakan 1.800 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia belajar di Eropa,&quot; kata Skoog.<br />
<br />
Eropa sudah lama menjadi salah satu tujuan mahasiswa Indonesia untuk menimba ilmu. Hal ini terlihat dari angka mahasiswa Indonesia yang belajar di Eropa terus mengalami peningkatan.<br />
<br />
Pada 2013, dari data yang diterima Uni Eropa, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Eropa naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan di 2014, secara total ada 7.000 orang yang belajar di sana, di berbagai strata pendidikan mulai dari sarjana sampai pascasarjana.</p>

<p><strong>Sumber : Liputan6.com, Jakarta</strong></p>

MENGINTIP KEKAYAAN ENERGI DI LAUT

<p style="text-align:justify">Laut&nbsp; memiliki &rdquo;segalanya&rdquo;. Laut menjawab &rdquo;semua&rdquo; persoalan. Laut adalah &rdquo;ibu kehidupan&rdquo; jika kita ingat planet berevolusi dari zat gas-cair-padat. Potensi dan fungsi laut demikian luas rentangnya. Di sisi lain, laut juga menjadi daerah yang rawan berbagai gangguan, mulai dari penyelundupan, pencurian ikan, perompakan, hingga kecelakaan.</p>

<p style="text-align:justify">Sejumlah pakar dari berbagai bidang ilmu berkumpul, berbagi pengetahuan tentang peluang kemanfaatan, fungsi, dan kerentanan laut, di Center for Oceanography and Marine Technology (COMT) Universitas Surya, Jumat (29/8/2014), di Tangerang, Banten.</p>

<p style="text-align:justify">Menyambut janji presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi untuk mengembangkan sektor kelautan dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.Cita-cita besar yang ditunggu-tunggu banyak pihak mulai dari kalangan akademisi dan ahli hingga pengusaha dan kalangan aktivis lingkungan.Dalam pertemuan itu, Alan F Koropitan, Direktur COMT Universitas Surya, menegaskan peran dan fungsi laut.Menurut dia, selain sebagai pusat kedaulatan, laut juga berperan sebagai sumber pangan, poros maritim, serta alat dan sarana pemersatu bangsa.</p>

<p style="text-align:justify">Para ahli juga menegaskan posisi penting dan strategis negara kepulauan Indonesia.Konsep ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan rakyat semesta merupakan konsep yang strategis untuk visi kelautan.Di luar itu semua, kita tak bisa menafikan peran teknologi untuk mewujudkan semua peran dan fungsi laut itu. Sekretaris Dewan Kelautan Dedy Sutisna menggarisbawahi, teknologi tak bisa ditinggalkan karena, &rdquo;Teknologi adalah akselerator untuk tiga pilar lain.&quot;</p>

<p style="text-align:justify">Dia menggambarkan pembangunan kelautan dan perikanan sebagai sebuah rumah dengan empat pilar.Tiga pilar selain iptek adalah sumber daya manusia, sumber daya kelautan dan perikanan, serta habitat (laut).</p>

<p style="text-align:justify"><strong>Laut sumber energi</strong></p>

<p style="text-align:justify">Ketika Indonesia dalam kebijakan energi nasionalnya menetapkan adanya bauran energi baru dan terbarukan, laut belum dilirik serius.Menurut peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory di Columbia University, R Dwi Susanto, laut menyimpan banyak potensi untuk pengembangan energi baru terbarukan.</p>

<p style="text-align:justify">Sementara Alan yang menyampaikan paparan tentang peran iptek dalam pembangunan maritim menyatakan, ada beragam energi yang bisa dihasilkan dari laut melalui berbagai proses fisika.Menurut dia, dari laut bisa didapatkan energi dari konversi gaya mekanik (energi gelombang dan energi arus laut) atau dari gaya potensial (energi pasang surut). Energi dari laut juga bisa muncul dari perbedaan temperatur air laut (energi panas laut atau ocean thermal energy conversion/OTEC). Sementara laut Indonesia luasnya meliputi 70 persen dari wilayah Indonesia dengan luas sekitar 5,8 juta kilometer persegi.</p>

<p style="text-align:justify">Menurut Dwi, dengan jumlah pulau yang mencapai belasan ribu, energi yang potensial dikembangkan adalah dari arus laut. Sejumlah penelitian telah dilakukan dengan sektor utama dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).</p>

<p style="text-align:justify"><strong>Energi gelombang</strong></p>

<p style="text-align:justify">Energi yang paling dilirik untuk dikembangkan dari laut secara umum adalah energi gelombang. Indonesia yang terletak di antara dua samudra besar yang jadi motor pergerakan arus laut global memiliki potensi besar mendapat gelombang kuat.</p>

<p style="text-align:justify">&rdquo;Sepanjang pantai selatan yang merupakan bagian dari Samudra Hindia berpotensi tinggi untuk sumber energi dari gelombang laut,&rdquo; kata Dwi. Panjang pantai yang menghadap ke selatan dan menjadi bagian Samudra Hindia membentang mulai dari Sumatera Selatan hingga sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT).Sementara dari catatan yang disampaikan Alan, &rdquo;Konversi gelombang laut dengan tinggi rata-rata 1 meter dengan periode 9 detik mempunyai daya 4,3 kilowatt (kW) per meter panjang gelombang.&rdquo;</p>

<p style="text-align:justify">&rdquo;Dari deretan gelombang setinggi dua dan tiga meter bisa membangkitkan daya 39 kW per meter panjang gelombang,&rdquo; ujar Alan.Kekuatan energi itu menurun ke arah timur.Di sisi barat Pulau Sumatera berpotensi menghasilkan sekitar 20 kW per meter panjang gelombang.Di selatan Jawa hingga selatan Sulawesi, gelombang berpotensi menghasilkan 15 kW per meter panjang gelombang.Sementara pantai selatan dengan posisi lebih timur dari Sulawesi menghasilkan sekitar 5 kW per meter panjang gelombang.</p>

<p style="text-align:justify">Energi gelombang merupakan energi kinetik (energi yang muncul akibat adanya gerak). Energi itu memanfaatkan beda tinggi gelombang laut. Untuk mengonversikan energi gelombang menjadi energi listrik, dibutuhkan persyaratan terkait parameter-parameter gelombang yaitu tinggi gelombang, periode gelombang, dan panjang gelombang laut.</p>

<p style="text-align:justify">Menurut catatan pada paparan itu, bagian dari paparan Alan, ada 4 teknologi yang telah diaplikasikan sebagai pembangkit listrik yaitu sistem Rakit Cockerell/Pelamis, Tabung Tegak Kayser, Pelampung Salter, dan Tabung Masuda.</p>

<p style="text-align:justify"><strong>Arus pasang surut laut</strong></p>

<p style="text-align:justify">Selain gelombang, arus pasang surut laut adalah potensi besar lain yang pantas dikembangkan. &rdquo;yang dimaksud adalah arus pasang surut, bukan perbedaan tinggi air saat laut pasang dan surut,&rdquo; kata Dwi. Arus pasang surut ditemukan di selat-selat sempit yang banyak terdapat di sela-sela kepulauan di wilayah timur Indonesia.Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengukur potensi energi dari arus pasang surut itu.</p>

<p style="text-align:justify">Beberapa arus pasang surut yang kuat, di antaranya Selat Ceningan di antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. &rdquo;Selatnya sempit, lebarnya hanya sekitar 50 meter, arusnya bagus, arusnya kuat,&rdquo; jelas Dwi. Dari penelitian yang pernah dia lakukan, kecepatan arus pasang surut laut Indonesia di beberapa lokasi, bisa mencapai lebih dari lima meter per detik.</p>

<p style="text-align:justify">Selat itu amat sempit dengan perbandingan lebar 50 meter dan panjang sekitar satu kilometer (1.000 meter). &rdquo;Karena selat panjang, turbin bisa di pasang di sejumlah titik mengikuti panjang selat,&rdquo; kata dia. Pada paper yang disampaikan Alan, cara kerja pembangkit listrik tenaga arus laut tak berbeda jauh dengan pembangkit listrik memakai tenaga angin, yang memanfaatkan putaran kincir untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik.</p>

<p style="text-align:justify">Untuk bisa menghasilkan listrik, syaratnya adalah kecepatan arus laut minimum adalah dua meter per detik, dan yang ideal sekitar 2,5 meter per detik. Energi arus pasang surut itu cocok untuk pulau-pulau kecil.Menurut Dwi, tenaga angin di Indonesia tak optimum untuk dijadikan sumber energi jika dibandingkan arus pasang surut dan gelombang laut. Penyebabnya, &rdquo;Angin di Indonesia tergantung dari musim, sehingga sering bergeser. Angin lokal bisa kecil sekali.Arah angin dan kecepatannya tak konsisten,&rdquo; ujarnya.</p>

<p style="text-align:justify">Di masa mendatang, muncul harapan agar energi terbarukan dari potensi laut bisa dikembangkan.Pengembangan energi terbarukan dari potensi yang ada di laut adalah satu dari sekian hal yang bisa membawa Indonesia berjaya kembali di laut. Jadi, moto Angkatan Laut kita, &rdquo;Jalesveva Jayamahe&rdquo; (di Lautan Kita Jaya) terwujud, dan cita-cita Indonesia menjadi Poros Maritim pun tercapai.</p>

<p style="text-align:justify">Sumber : Kompas.com</p>

Kegiatan Donor Darah BEM FH UP45

<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memperingati hari bumi, yang jatuh pada tanggal 22 april 2015, Universitas Proklamasi menyenggarakan berbagai kegiatan yang dijalankan oleh UKM Galaksi dan BEM Fakultas Hukum Universitas Proklamasi 45,salah satunya yaitu kegiatan donor darah.</p>

<p style="text-align: justify;">Melalui hasil kerjasama BEM Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dengan PMI (Palang Merah Indonesia) kota Yogyakarta, maka kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana, kegiatan ini yang bertempat pada ruang sekretariat BEM FH Universitas Proklamasi 45 yang dimulai dari pukul 09.00 &ndash; 12.00 WIB.</p>

<p style="text-align: justify;">Sebelum donor darah dilakukan ada beberapa tahap yang harus dilalui para pendonor yaitu para pendonor akan ditanyakan kapan terakhir mendonorkn darahnya dll, kemudian ditimbang berat badannya, dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB), Setelah memenuhi untuk menjadi pendonor sesuai persyaratan diatas seperti HB normal, berat badan cukup, maka pendonor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi, Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah siap untuk mengambil darahnya berdasarkan berat badan (250 cc &ndash; 500 cc).</p>

<p style="text-align: justify;">Tujuan utama aksi sosial tersebut adalah selain membantu meningkatkan ketersediaan darah di PMI juga mendorong gaya hidup sehat masyarakat melalui donor darah. &quot;Tujuan utama kegiatan sosial ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya melakukan donor darah.Tujuan lainnya, adalah membantu Palang Merah Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak stok darah dan mendorong gaya hidup sehat bahwa mendonorkan darah secara teratur itu penting karena membuat orang menjadi lebih sehat,&rdquo; kata Ahmad Yani, Pimpinan BEM FH UP45.</p>

<p style="text-align: justify;">Donor darah ini terbuka untuk umum bagi relawan yang ingin menyumbangkan darahnya, diantaranya para staff dan mahasiswa UP45, juga para siswa-siswi SMK Sadewa yang ikut menyumbangkan darahnya.Dari kegiatan ini memperoleh banyak kantong darah yang berguna untuk menolong sesama yang memerlukan darah tersebut.</p>

Buletin Gema Proklamasi

<p><strong>Pers mahasiswa</strong>&nbsp;adalah entitas penerbitan&nbsp;mahasiswa yang adadi&nbsp;kampus perguruan tinggiyang dikelola oleh mahasiswa.Pers mahasiswa di&nbsp;Indonesia sangat penting peranannya dalam&nbsp;gerakan sosialdan gerakan demokrasi. Pers mahasiswa adalah penerbitan pers (dalam bentuk majalah,&nbsp;tabloid,&nbsp;<em>newsletter</em>, atau media&nbsp;<em>online</em>) yang benar-benar dikelola oleh mahasiswa</p>

<p style="text-align:justify">Universitas Proklamasi memiliki Lembaga Pers Mahasiswa yaitu LPM Gema Proklamasi yang didirikan pada bulan September tahun 2014, yang dipimpin oleh Taqiyudin Topote mahasiwa fakultas teknik mesin UP45 &nbsp;dan beranggotakan mahasiswa dari seluruh fakultas di Universitas Proklamasi 45 ini,untuk praktisi jurnalisnya LPM Gema Proklamasi ini juga bekerja sama dengan Universitas Gadja Mada.</p>

<p style="text-align:justify">Tugas dari LPM Gema Proklamasi ini yaitu&nbsp; mengontrol civitas akademika dan memiliki hak dan kewajiban menyalurkan aspirasi mahasiswa. LPM Gema Proklamasi telah berhasil menerbitkan bulletin Gema Proklamasi&nbsp;edisi april 2015. selanjutnyaakan diterbitkan buletin Gema Proklamasi edisi Mei 2015. Bagi pembaca yang ingin mengirimkan karya berupa opini, artikel, puisi, cerpen dan anekdot, karya dapat dikirim ke email <a href="mailto:[email protected]">[email protected]</a> atau langsung di inbox ke facebook Gema Proklamasi di&nbsp;<a href="https://www.facebook.com/gema.proklamasi">https://www.facebook.com/gema.proklamasi</a>&nbsp;atau bisa juga dikirim ke alamat redaksi, Jl. Proklamasi No. 1 Babarsari.</p>

Youth Program Mengajak Generasi Muda Peduli Permukiman

<p style="text-align: justify;">Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan diikuti oleh berkembangnya wilayah permukiman baru yang lahir akibat pembangunan yang semakin pesat. Hal ini ditujukan dengan meningkatkanya jumlah penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan. Peningkatan jumlah penduduk yang tinggal dikawasan perkotaan merupakan potensi sekaligus modal sosial bagi kawasan perkotaan dalam menggerakkan perekonomian di wilayahnya. Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan &nbsp;Permukiman Maliki Moersid dalam Sosialisasi <em>Youth Program Water Sanitasi and Cities Forum 2015</em> di area <em>car free day</em> kawasan Sarinah, Minggu (26/4).<br />
&nbsp;<br />
Lebih lanjut dikatakannya, meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan menimbulkan banyak permasalahan seperti kemiskinan, timbulnya kawasan kumuh, rendahnya kualitas layanan infrastruktur, persoalan lingkungan hidup dan tidak maksimalnya pelayanan publik. Kawasan perkotaan yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan banyak persoalan bagi pemerintah kota dan warganya, khususnya dalam pengelolaan permukiman.<br />
&nbsp;<br />
Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah pusat melalui Ditjen Cipta Karya berkomitmen untuk selalu menyediakan infrastruktur permukiman untuk kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut terdapat dalam berbagai kebijakan, program dan indikator yang ada dalam RPJMN 2015-2019 yang merujuk pada Nawacita. Hingga saat ini, infrastruktur permukiman bidang air minum dan sanitasi telah mencapai tingkat pelayanan 67,7% dan 60,91%, sedangkan luas kawasan kumuh perkotaan telah berkurang menjadi 10% di Indonesia.<br />
&nbsp;<br />
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya mengelola permukiman dan hidup sehat, Ditjen Cipta Karya melaksanakan beberapa program yang memfokuskan pada pemberdayaan masyafakat. Dikarenakan, permukiman, sanitasi dan air minum merupakan suatu hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.&nbsp;<br />
&nbsp;<br />
&quot;Permukiman, sanitasi dan air minum secara langsung menyentuh kehidupan masyarkat. Salah satu contoh program yang dilakukan Ditjen Cipta Karya adalah program pemberdayaan yakni Sanimas dan TPS 3R. Kedua program ini melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan &nbsp;sampai pengoperasian dan pengawasan. Dari kegiatan tersebut diharapkan akan timbul rasa kepemilikan terhadap infrastruktur permukiman yang dibangun. &nbsp;sehingga perubahan perilaku hidup sehat dan bersih dapat lebih cepat terwujud,&quot; tuturnya.&nbsp;<br />
&nbsp;<br />
Dalam kegiatan tersebut, para generasi muda sebagai penerus bangsa diajak untuk ikut serta karena mereka merupakan kelompok yang berpotensi dan mampu menjadi agen perubahan. Anak muda Indonesia sebagai <em>agent of change </em>dapat mengembangkan dirinya untuk menjadi generasi yang peduli lingkungan dan dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga permukiman.<br />
&nbsp;<br />
Untuk itu, kegiatan <em>Youth Program</em> dalam rangkaian acara <em>Water Sanitation and &nbsp;Cities Forum 2015</em> diadakan dengan harapan dapat melibatkan anak-anak muda Indonesia dan international untuk peduli terhadap perbaikan permukiman yang layak huni termasuk air minum dan sanitasi.&nbsp;<br />
&nbsp;<br />
Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan kepedulian pemuda agar lebih aktif dalam mewujudkan permukiman yang layak dan berkelanjutan serta memiliki tujuan. Yaitu, meningkatkan pengetahuan pemuda terkait permukiman yang layak huni dan berkelanjutan; memfasilitasi ide kreatif anak muda peduli permukiman, air minum dan sanitasi; menghasilkan pemuda yang peduli terhadap perbaikan permukiman, air minum dan sanitasi di Indonesia untuk mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan.</p>

<p style="text-align: justify;"><a href="https://www.pu.go.id/berita/10156/Youth-Program-Mengajak-Generasi-Muda-Peduli-Permukiman" target="_blank">Sumber</a></p>

Kuliah di Teknik Perminyakan Universitas Proklamasi 45

<p>Teknik perminyakan dalam bahasa inggris dikenal sebagai petroleum engineering. Teknik perminyakan adalah aplikasi lapangan dari fisika, matematika, geologi, kimia, dan berbagai ilmu lainnya untuk menemukan, mengembangkan, memproduksi, hingga mendistribusikan minyak dan gas yang ada di dalam bumi.</p>

<p>Apa saja yang dipelajari di jurusan ini? Pertama industri minyak dan gas, yaitu mempelajari tahapan pengolahan minyak mulai daru survei sampai produksi. Singkatnya, mereka mempelajari tiga kajian utama, yaitu matematika, kimia dan fisika.</p>

<p>Di jurusan teknik perminyakan kita akan belajar mengenai bagaimana caranya kita menghitung cadangan hidrokarbon di reservoir, mengambilnya dari reservoir dan memisahkan jenis hidrokarbon apa yang akan dimasukkan ke kilang nantinya. Berbeda dengan teknik pertambangan, perminyakan mempelajari tentang bagaimana cara mengeksploitasi SDA yang berwujud fluida, sedangkan pertambangan mengeksploitasi yang berwujud padat.</p>

<p>Jurusan teknik perminyakan memiliki 4 spesialisasi yaitu reservoir, pemboran, produksi, dan geothermal. Teknik reservoir berhubungan dengan menghitung cadangan hidrokarbon yang terakumulasi dan bagaimana cara sumur tetap bisa diproduksi. Teknik pemboran mempelajari tentang bagaimana cara membuat lubang untuk mengalirkan hidrokarbon dari reservoir ke permukaan. Teknik produksi mempelajari tentang treatment hidrokarbon setelah di permukaan agar sesuai dengan standart yang diinginkan perusahaan.</p>

<p>Seorang sarjana teknik perminyakan sangat dibutuhkan dalam perusahaan yang bergerak di bidang oil and gas, baik perusahaan&nbsp; nasional maupun internasional, seperti Pertamina, Chevron, Total, Schlumberger, Halliburton, Petronas, PGN, Saudi Aramco dan masih banyak lagi.</p>

UKM Galaksi Beserta Seluruh Mahasiswa UP45 Memperingati Hari Bumi

<p>Hari Bumi Sedunia merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi.</p>

<p>Dalam rangka memperingati hari bumi UKM Galaksi UP45 melaksanakan kegiatan membersikan lingkungan yang berlokasi pada lingkungan UP45 dengan tema <strong>&quot;Bersinergi Membangun Kesadaran Diri Demi Menyelamatkan Bumi&quot;.</strong></p>

<p>Seluruh mahasiswa UP45 turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh UKM Galaksi UP45 setiap tahun. kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran manusia agar mencintai alam dan lingkungan sekitar kita.</p>

<p>Mencintai lingkungan hidup, mencintai Bumi kita sama dengan mencintai diri kita sendiri.</p>

Mahasiswa Teknik Mesin Lolos Seleksi Magang di MMHE Malaysia

UP45 telah berhasil mendidik dan meloloskan 4 Mahasiswa semester 6-8 dari Teknik Mesin dalam seleksi untuk 2 tahun Magang di PT. Malaysia Marine and Heavy Engineering (MMHE) dan di PT. Sapura Kencana Petrolium Berhad Malaysia yang bergerak di bidang kapal tangker.

Career Development Centre (CDC) sebagai salah satu bidang di UP45 menyediakan fasilitas pembiayaan untuk magang dan kerja di Malaysia. Program tersebut dikelola dan, bekerjasama dengan Kantor Urusan International dan Fakultas Teknik dan Perusahaan di Malaysia. Seperti tampak pada foto di atas: Mahasiswa UP 45 (Tegar) saat mengikuti tes wawancara dengan Manager Lapangan Bpk Ibrahim.

Mahasiswa yang lolos seleksi  akan memperoleh antara lain yaitu: Sertifikat Internasional yang akan dibutuhkan sebagai pelengkap ijasah  bila akan melamar kerja di perusahaan bertaraf internasional maupun nasional; Kontrak kerja 2 tahun dengan salery: 1000-1500 Ringgit. Mendapat pengalaman tentang administrasi keuangan, administrasi perusahaan, perjanjian kontrak kerja karena adanya rolling program. Memiliki kemampuan dalam International Safety Working (keamanan kerja standart internasional). Tampak  pada foto di atas para peserta mendapatkan pengarahan berkaitan dengan safety management dan management risk dari salah satu manager MMHE.

Mahasiswa yang telah menyelesaikan masa kontrak kerjanya diharapkan setelah kembali ke Indonesia, mereka melanjutkan dan menyelesaikan perkuliahannya hingga setiap mahasiswa tersebutpun mampu membangun perusahaan secara mandiri. Informasi bagi para mahasiswa UP 45 yang berminat mengikuti program kerja sama tersebut yaitu  tahun 2015 dibutuhkan 500 orang tenaga untuk disalurkan kepada berbagai perusahaan di Malaysia.