Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Pimpinan Kampus dan Mahasiswa Bersinergi Untuk Memajukan Kampus UP45

  06 April 2016

Bagikan postingan ini

Berkembangnya pemahaman dan pola pikir mahasiswa tak jarang menimbulkan gejolak dalam sebuah perguruan tinggi. Permintaan mahasiswa yang beraneka ragam yang selanjutnya berbau tuntutan, seringkali tidak semuanya dapat dipenuhi oleh pihak kampus. Sehingga tak jarang timbul ketegangan antara mahasiswa dan pihak kampus. Lebih ekstrim lagi ketika tuntutan mahasiswa menumpuk dan suara mereka tidak didengar, maka ketika mereka melebur menjadi satu tidak ada kemungkinan lain selain demonstrasi.

Pentingnya komunikasi dan sinergi antara mahasiswa dan pihak kampus dalam sebuah perguruan tinggi tentu menjadi kebutuhan utama demi kemajuan bersama. Keluhan dan permasalahan mahasiswa terkait kampus yang hanya dibicarakan dalam diskusi santai antar mahasiswa tak ubahnya seperti suara-suara sumbang yang tak bisa terdengar secara jelas ke permukaan. Pihak kampus tidak mengerti apa yang disuarakan mahasiswa dan mahasiswa juga tidak paham kendala pihak kampus dalam menjalankan tugasnya dalam hal peningkatan kualias dan pengembangan kampus.

Berangkat dari hal demikian, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta mengadakan diskusi tebuka dengan tema “menuju proklamasi yang bermartabat” (29/03). Diskusi ini tak lebih dari bincang-bincang santai antara mahasiswa dengan Wakil Rektor bidang 1, 2 dan 3 yang bertujuan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan Universitas Proklamasi 45 kedepan. Pada kesempatan itu mahasiswa mengadukan seluruh keluh kesahnya terkait beberapa fasilitas yang kurang memadai, seperti beberapa alat yang masih belum tersedia di laboratorium, kucuran dana kemahasiswaan yang dirasa kurang untuk kegiatan mahasiswa dan beberapa hal lain. Tawaran solusi dan saran juga dilontarkan mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap keterbukaan pihak kampus kepada mahasiswa.

Para wakil rektor sebagai pimpinan memberi acungan jempol dan rasa terimakasih yang tak henti-hentinya disampaikan kepada seluruh mahasiswa yang hadir. Mereka menganggap keluhan dan saran yang dilontarkan mahasiswa merupakan sesuatu yang berarti untuk referensi mereka dalam mengambil kebijakan dan melaksanakan roda kepemimpinan. Dewi Harahap sebagai Wakil Rektor bagian 2 menyatakan, “apa yang disampaikan oleh mahasiswa kepada kami, kami anggap sebagai suatu apresiasi demi kemajuan UP 45 kedepan. Hanya saja tidak semua keinginan mahasiswa bisa kami penuhi. Anda semua bisa melihat akhir-akhir ini banyak perubahan baik di kampus kita yang tak lain adalah upaya kami dalam membangun kampus ini”. Dewi menjelaskan, dalam waktu dekat ini kampus akan melakukan peningkatan di bidang infra struktur. Seperti mengubah tampilan gapura pintu masuk ke kampus UP 45 menjadi lebih menarik, merenovasi tempat parkir dan melakukan pengadaan alat-alat laboratorium. Oleh karena itu pihaknya berharap agar mahasiswa juga ikut andil dalam melakukan peningkatan kualitas UP 45.

Ungkapan senada disampaikan oleh Ali Sukrajab, Wakil Rektor bidang 3 UP 45. Ali menyampaikan kepada mahasiswa agar membantu pihak kampus dalam meningkatkan kualitas UP 45 kedepan agar menjadi semakin lebih baik lagi. Pihaknya juga menyampaikan, peningkatan jumlah mahasiswa, peningkatan infrastruktur kampus dan berkembangnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus UP 45 tak lain merupakan cermin peningkatan kualitas kampus UP 45 yang semakin baik. Dia juga menyampaikan bahwa semua itu tidak lepas dari keterlibatan mahasiswa. Oleh karenanya, Ali berharap agar mahasiswa tetap mendukung program-program universitas dalam rangka kemajuan bersama.

Mendengar penyampaian dari Wakil Rektor bidang 1 dan 2, mahasiswa semakin antusias. Diskusi yang bertempat di gedung seminar UP 45 itu suasananya semakin hangat. Mahasiswa berebut menyampaikan saran dan solusi terkait keluhan-keluhan yang disampaikan mahasiswa sendiri ataupun pihak pimpinan. Syamsul Ma’arif, Wakil Rektor bidang 1 UP 45 menyatakan bahwa diskusi terbuka yang demikian perlu diadakan secara rutin agar selalu terjalin komunikasi yang baik antara pihak universitas dengan mahasiswa. Pihaknya sangat senang mendapatkan apresiasi yang sedemikian besar dari mahasiswa. Diskusi tersebut dihadiri sekitar 100 mahasiswa ditambah beberapa orang karyawan UP 45. (Taqiyuddin)