Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Peran Akademisi Dalam Ketahanan Energi di Indonesia

  07 Mei 2018

Bagikan postingan ini

Yogyakarta, 16 April 2018 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Syamsul Ma’arif, ST., M.Eng menjadi pembicara dalam acara sosok di RRI Jogja. Peran Akademisi Dalam Ketahanan Energi di Indonesia menjadi tema diskusi malam itu.

Menurut Syamsul, energi yang ada di Indonesia terdiri dari fosil dan non fosil. Energi fosil meliputi minyak, gas dan batubara. Sementara non fosil seperti renewable energi meliputi geotermal (panas bumi), mikro hidro, biomas, biogas, solar panel dan nuklir. Dia menambahkan target 23% pada tahun 2050 energi nasional disupport dari energi baru terbarukan.

Pada kesempatan tersebut ada yang menanyakan kenapa BBM mahal? Karena target dari rencana pemerintah adalah 1 harga seluruh Indonesia. Selain itu, harga minyak dunia yang sudah mulai naik, kata Syamsul.

Kemudian ada juga yang menanyakan, apakah bisa produksi pabrik gula menjadi biodiesel? Syamsul menegaskan bahwa hal itu bisa. “Kita bisa membuat biodiesel dari pabrik gula. Hanya yang menjadi problemnya adalah pabrik gula yang di Indonesia tidak ada yang surplus selain karena randoman tebunya. Saat ini produktivitas kita 6%-7% dibandingkan zaman belanda yang produksinya 12%. Produksi yang menurunkan menyebabkan contiunitasnya juga kurang, tambah Syamsul.

Syamsul menambahkan bahwa daun jarak bisa dijadikan biodiesel dan sudah pernah diuji coba di Sulawesi. Hanya tidak disupport dengan kebijakan yang mendukung sehingga ketika panen belum siap diimplementasikan menjadi biodiesel. Minyak jelantah juga bisa dibuat biodiesel bahkan bisa diolah dengan proses yang sederhana.

Peran mahasiswa, dosen atau akademisi UP45 yang sudah kita lakukan adalah (1) membina dan mendampingi sekolah adiwiyata untuk penghematan energi dan pengelolaan lingkungan. (2) mengenalkan riset-riset berbasis energi maupun energi terbarukan baik sosial maupun non sosial, baik teknik maupun non teknik kepada mahasiswa, kata Syamsul.

Ketika saya mengataka begitu ada yang bertanya,”Itukan ranahnya orang teknik saja, kalau orang perkebunan apakah bisa?”. Saya sampaikan bahwa dari perkebunan justru menghasilkan banyak energi terbarukan misalnya biomass, kayu, ranting-ranting dan sebagainya yang bisa dikonversi menjadi energi. Selain teknik, perkebunan juga bisa menjadi sumber energi alternatif”, tutupnya. (FAG)

agenda

13
Sep
18
PKKMB T.A 2018/2019
13 Sep 2018 - 15 Sep 2018
25
Sep
18
Short Course
25 Sep 2018 - 27 Sep 2018
10
Sep
18
Mulai perkuliahan semester ganjil 18/19
10 Sep 2018 - 03 Nov 2018
20
Ags
18
Pengisian KRS Semester Ganjil 18/19
20 Ags 2018 - 08 Sep 2018

pengumuman

Perpanjangan PMB Gelombang 3

17 Sep 2018 10:15:48 WIB

Informasi Konseling Karir CDC (2)

14 Ags 2018 11:05:43 WIB

Informasi Layanan Aktivasi Mahasiswa

07 Jun 2018 15:04:11 WIB

Informasi Konseling Karir CDC

16 Apr 2018 10:03:58 WIB

Pelatihan Mud Logging

10 Feb 2018 08:27:15 WIB