Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Pentingnya Calon Parlemen yang Berjiwa Pancasila

  09 Juli 2018

Bagikan postingan ini

Peran parlemen sangat strategis dalam mewujudkan visi Indonesia masa depan karena anggota parlemen sebagai pihak yang harus berperan dan bertanggungjawab atas penentuan kebijakan publik. Parlemen merupakan hulu dari kebijakan negara. Oleh  karena itu anggota parlemen masa depan adalah parlemen yang mampu mewujudkan kebijakan publik yang secara kualitatif dan substantif merujuk pada nilai dan spirit yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945. Transformasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi agenda yang sistematis dan terlembagakan dan prioritas bagi jiwa anggota parlemen.

Demikian paparan Dr Bening Hadilinatih MSi, Dekan Fisipol Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta  selaku salah satu nara sumber dalam “Public Talk” dengan tema “Tata Kelola Pemilu dan Tantangan Parlemen Pancasila” sebagai rangkaian penutupan Purna Internship atau Praktikum Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP45) di Aula Media Center Bawaslu DIY, Rejowinangun Kotagede Yogyakarta, Senin (2/7). Selain Dekan Fisipol juga menghadirkan Bagus Sarwono, MPA selaku Ketua Bawaslu DIY dan Drs Budi Utama MPd selaku Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Periode 2012-2015 sebagai nara sumber. Kegiatan yang diikuti oleh berbagai kalangan baik pengurus partai politik, calon legislatif, civitas akademika kampus dan kelompok-kelompok masyarakat seperti Karang Taruna dan jajaran pemerintahan ini terselenggara atas kerjasama Fisipol UP45 dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY. Lebih lanjut Bening menegaskan bahwa ,”Parlemen harus memahami dan menjalankan nilai Pancasila. Hal ini penting karena parlemen sebagai arena kontestasi berbagai kepentingan politik ditengah sistem politik yang menempatkan partai politik sebagai sumber utama dalam recruitment suprastruktur politik negara terutama jabatan publik dan legislatif. Untuk itu, penting dan diharapkan calon parlemen kedepan yang memiliki semangat integrasi dan berintegritas untuk melahirkan kebijakan publik yang dijiwai spirit nilai-nilai Pancasila.” tegas Bening.

Sedangkan Drs Budi Utama MPd menjelaskan bahwa ,”usaha membangun parlemen yang memiliki kinerja yang bernafaskan Pancasila tidak terlepas dari peran setiap partai politik. Calon parlemen akan menjalankan kinerja berbasis Pancasila harus diawali dan ditumbuhkembangkan dalam dinamika pengelolaan internal partai politik itu sendiri. Tata kelola dalam partai politik harus senantiasa didasari nilai-nilai Pancasila secara sungguh-sungguh seperti menyangkut aspek keadilan, persatuan, saling menghargai dan musyawarah mufakat. Saat ini, beragam masalah dihadapi partai politik dalam tata kelola sehingga terkadang partai politik hanya mendapatkan calon parlemen dengan jalan yang instant.  Orang yang kuat daya dukung ekonominya akan secara mudah lolos sebagai calon legislatif dan menjadi anggota parlemen. Partai harus memikirkan aspek recruitment dan kaderisasi secara tepat untuk melahirkan calon legislatif yang memiliki jiwa dan prinsip Pancasila dalam mengemban tugas-tugas pokok legislatif.

Adapun Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono, MPA berharap proses pencalegan dan recruitment oleh partai politik hendaknya mampu menyajikan caleg yang bersih yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan menjalankan kebijakan publik dengan bersendikan Pancasila. “Partai politik harus selektif menjaring caleg yang memiliki visi misi pro terhadap kebutuhan rakyat, ketika legislatifnya baik rakyat akan menilai dan memilih karena pengabdiannya terhadap masyarakat,” ujar Bagus. (FMA/ NN)