Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

MENGGAMBAR BEBAS DI KAMULAN SCHOOL

  24 Februari 2016

Bagikan postingan ini

Menggambar merupakan kegiatan yang menyenangnkan bagi semua anak-anak. Apalagi temanya adalah bebas. Anak diijinkan menggambar apa saja, dan diwarna dengan pastel / crayon. Alat gambarnya dipilih pastel yang besar ukurannya, karena kemampuan psikomotor tangannya memang belum mampu memegang benda-benda kecil. Dalam kegiatan menggambar itu anak didorong untuk membuat aneka bentuk yang disukainya / yang ada dalam pikirannya. Anak juga didorong untuk memenuhi kertas gambar dengan warna-warna, sehingga tidak ada lagi bagian kertas yang putih.

Persoalan yang ada dalam kegiatan menggambar bersama anak-anak itu antara lain:
  • Anak cepat jemu terhadap kegiatan menggambar. Anak lebih senang untuk bermain bersama teman-temannya. Hal ini karena anak memang mudah terganggu konsentrasinya (easily to be distracted). Selain itu kegiatan menggambar memang bukan ditujukan untuk menghasilkan suatu karya, namun sebagai salah satu kegiatan yang ada di sekolah. Oleh karena itu kegiatan menggambar sebaiknya tidak lebih dari 60 menit saja.  
  • Anak enggan mewarnai semua bagian kertas, sehingga masih banyak bagian kertas yang putih. Gambar menjadi terkesan tidak selesai. Hal ini terjadi selain karena jemu, juga karena anak belum mampu menyelesaikan suatu tugas dengan tuntas. Anak cepat berpindah perhatian.
  • Anak tidak mampu menceritakan isi gambar. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan verbal anak memang terbatas. Anak mampu menceritakan isi kertas gambarnya bila ia dipancing-pancing untuk bercerita oleh guru sambal guru menunjukkan bagian-bagian dari isi gambar. Hasil yang diperoleh adalah anak hanya menceritakan sepotong-sepotong, tanpa memahami isi gambar secara keseluruhan. Kemampuan kognisi anak masih terbatas.
  • Anak senang hanya satu warna saja, sehingga warna latar belakang dan warna figure tidak ada bedanya. Ada juga anak yang menolak warna-warna tertentu, sehingga gambar kurang bervariasi warnanya. Hal ini menunjukkan bahwa menggambar adalah bukan kegiatan memproduksi suatu karya. Menggambar adalah sekedar kegiatan mencoret-coret saja. Oleh karena itu guru dalam hal ini harus sabar dan gigih dalam mengejar anak untuk menyelesaikan suatu gambar (membuat gambar menjadi penuh).

Kegiatan menggambar bersama anak-anak ini telah dilakukan oleh Tim Psikologi UP45 di Kamulan School, pada 16 Februari 2016, pukul 08.30-09.30. Kegiatan menggambar ini merupakan hasil kerjasama antara Kamulan School dengan Fakultas Psikologi UP45. Fakultas Psikologi UP45 sanggup untuk mengisi kelas menggambar di Kamulan School, selama 12 kali dalam semester genap 2015/2016. Oleh karena itu kegiatan itu selalu dilakukan pada minggu ketiga dan keempat.

Tim Psikologi UP45 terdiri dari Arundati Shinta, dan 2 mahasiswa yang sarat prestasi yaitu Tri Welas Asih dan Sulfi Amalia. Tri Welas Asih adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UP45 yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Psikologi UP45. Ia juga aktif sebagai nara sumber pada berbagai radio di Yogyakarta. Sulfi Amalia, adalah mahasiswa Fakultas Hukum UP45. Ia juga senang dengan anak-anak dan sama sekali tidak canggung menjadi guru gambar anak-anak taman kanak-kanak.
 
Jumlah anak yang hadir dalam kegiatan menggambar ini ada 9 anak. Rentang usia mereka adalah 2 – 4 tahun. Dalam jangka waktu satu jam tersebut ternyata hanya 8 anak saja yang bersedia mengumpulkan hasil gambarnya. Adapun data yang diperoleh guru gambar dari Tim Psikologi UP45 adalah sebagai berikut:
 

No

Nama & umur

Judul gambar

Cita-cita & alasan

1

Obin, 4 tahun

Robot

Ingin menjadi ibu, karena sayang pada ibu

2

Cheris, 4 tahun

Orang-orang jalan di hutan, tenggelam karena hujan, ditolong oleh rusa

Ingin menjadi dokter, supaya bisa menyuntik mama

3

Krisna, 4 tahun

Robot singa, bawa pistol. Pistolnya ditutupi warna

Ingin menjadi polisi, biar bisa menembak musuh.

4

Thisara, 4 tahun

Rumah, tempat tidur, kulkas, ada orangnya namanya Ninda

Ingin emnjadi dokter, kalau ibu dan ayah sakit biar tidak ke rumah sakit tetapi bisa ke aku.

5

Nadia, 3 tahun

Laba-laba, semut,a da hujan, orangnya tenggelam

Ingon menjadi robot

6

Nurin, 4 tahun

Ayah, ibu, Nurin

Ingin menjadi dokter, supaya bisa periksa ibu dan ayah kalau lagi sakit.

7

Arjuna, 5 tahun

Robot kepala tiga

Ingin menajdi naga, supaya bisa membakar.

8

Humaira, 3,5 th.

Awan, gunungnya ada api, asa anggurnya, semangka, bebek kuning, ibu ungu setannya sembunyi

Ingin menjadi dokter supaya bisa suntik anak Nadia.

9

Nara, 2 tahun

Kereta

--

10

Rio, 2,5 tahun

Mobil

--

 Anak-anak di Kamulan School ternyata lucu dan pintar, serta berani menyatakan pendapatnya. Hal itu terlihat pada cita-citanya kelak kalau sudah besar. Mereka juga sudah bisa memberikan alasan dari cita-citanya itu.

Sumber : http://kupasiana.psikologiup45.com