Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Keragaman Budaya Menyatukan Rasa Serumpun Seni Berjuta Aksi

  24 April 2018

Bagikan postingan ini

Minggu 15 April 2018, sekitar 1600-an peserta Kirab Budaya Hari jadi ke-70 desa Catur Tunggal dengan tema “Keragaman Budaya Menyatukan Rasa” dan sub tema “Serumpun Seni berjuta Aksi” menelusuri jalan protokol di Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Hotel Ambarukmo Plaza di Jalan Solo hingga lapangan Realino di Demangan, dipenuhi dengan tetabuhan aneka alat musik dan warna warni pakaian adat dari berbagai budaya di Indonesia. Panasnya matahari pas tengah hari tidak terasa, karena kegembiraan dalam keragaman yang bersatu padu lebih membakar semangat para pejalan kaki sepanjang 4.8 km., yang mengikuti Kirab Budaya tersebut. Menurut informasi, ini adalah Kirab desa terbesar yang pernah ada, setidaknya untuk sejarah perayaan ulang tahun di Catur Tunggal, desa yang termasuk di dalam Kabupaten Sleman tersebut. Upacara dan Kirab dimulai dengan iring-iringan Kereta Kencana dan pasukan berkuda ala keraton, dan diakhiri oleh tetabuhan bedug dan gamelan dengan lagu-lagu nasional maupun lagu dolanan Jawa.

Tepat di muka tetabuhan bedug tersebut, sekumpulan penari dan peraga busana berasal dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) K-hista Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta berlenggang dan berlenggok mengikuti tetabuhan yang memecah kantuk di siang hari. Para penonton di jalanan pun tak luput berswafoto dengan para remaja mahasiswa/i dari Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Kostum kreasi modern yang bertajuk Tenun Nusa Tenggara Timur dipadu dengan kemilau asesoris mulai dari kepala, tubuh hingga riasan tubuh tampak menjadi pembeda. Ini adalah partisipasi perdana Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dalam kirab semacam ini. Mayoritas mahasiswa/i yang berasal dari Indonesia Timur, melalui keikutsertaan tersebut telah melakukan silaturahmi budaya, sebagai bagian dari keluarga besar DIY, yang merupakan Indonesia mini. Memang mereka hanya mendapatkan panggung di jalan, tetapi ini adalah awal yang baik untuk menyatakan bahwa UP45 Yogyakarta memiliki misi damai melalui aktivitas berkesenian dan budaya

Sekelompok mahasiswa/i yang tergabung dalam UKM seni yang dinamakan K-hista ini memperagakan seni moderen yang mempromosikan budaya lokal. Tarian kontemporer ini merupakan perpaduan dari Tari Penyemangat asal Papua dan Tari Menenun asal Nusa Tenggara Timur, yang diramu dengan sentuhan popular.

Kirab berakhir di lapangan Realino dengan upacara penyambutan setiap devile yang disuguhi dengan beberapa tarian klasik Jawa. Para prajurit berseragam khas keraton Jawa bersiaga hingga upacara selesai. Lalu masyarakat dan peserta kirab pun berhamburan menyambut Rayahan Gunungan yang menjadi lambang berbagi sukacita untuk semua yang hadir.

Lelah memang, tetapi kegembiraan yang tergambar telah menyapu semua kelelahan itu. Bangsa ini masih ada dalam keberagamannya. Kami bangga menjadi bangsa Indonesia yang kaya warna. Semoga pesan damai terus menggelora untuk kemajuan Yogyakarta sebagai kota budaya dan Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya unggul. Salam Indonesia! (R.Y)

agenda

13
Sep
18
Ospek Mahasiswa Baru T.A 2018/2019
13 Sep 2018 - 15 Sep 2018
10
Sep
18
Mulai perkuliahan semester ganjil 18/19
10 Sep 2018 - 03 Nov 2018
20
Ags
18
Pengisian KRS Semester Ganjil 18/19
20 Ags 2018 - 08 Sep 2018
01
Ags
18

pengumuman

Informasi Konseling Karir CDC (2)

14 Ags 2018 11:05:43 WIB

Informasi Layanan Aktivasi Mahasiswa

07 Jun 2018 15:04:11 WIB

Informasi Konseling Karir CDC

16 Apr 2018 10:03:58 WIB

Pelatihan Mud Logging

10 Feb 2018 08:27:15 WIB