Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Hulu Migas Goes to Campus Sambangi UP45

  29 November 2017

Bagikan postingan ini

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Senin (27/11/2017), menyambangi kampus Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta. Ini merupakan bagian dari program Hulu Migas Goes to Campus 2017. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Kuliah Umum Hulu Migas Goes to Campus Universitas Proklamasi 45 kali ini, diisi oleh tiga orang pemateri.

Mereka adalah Hanif Suprapto selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy Indonesia yang juga Manager Public & Goverment Affair perusahaan tersebut. Selain itu, hadir pula Budiyono SR,  Subsurpace Manager KKKS Premier Oil Indonesia serta Sulistya Hastuti Wahyu selaku Vice President Bidang Perencanaan SKK Migas.

Melalui kuliah umum kali ini, para mahasiswa kampus tersebut diharapkan terbuka wawasannya seputar industri minyak dan gas bumi, sekaligus memiliki motivasi kuat untuk bekerja di sektor tersebut selepas lulus nantinya.

Di hadapan Rektor UP 45 Bambang Irjanto beserta para dosen serta ratusan mahasiswa, baik Hanif Suprapto, Sulistya Hastuti Wahyu maupun Budiyono SR memaparkan pentingnya ketahanan energi. “Industri migas menggunakan teknologi tinggi dan modalnya sangat besar. Kalau tidak ketemu migas rasanya seperti sakit gigi selama sepuluh tahun,” ungkap Hanif Suprapto disambut tawa para mahasiswa.

Mereka terlihat antusiasme mendengarkan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh praktisi perminyakan, seraya menyimak layar proyektor yang menampilkan foto-foto suasana galangan pengeboran minyak lepas pantai. Para mahasiswa juga memperoleh penjelasan dan gambaran jaringan pipa minyak di Blok Natuna, jaringan pipa gas Jawa Timur, maupun lokasi pengeboran di Lapangan Pagerungan.

Menurut Hanif Suprapto, selama ini banyak pihak belum memahami industri migas terkait dengan banyak faktor, yang pasti, industri ini memberikan pemasukan bagi negara lewat dana bagi hasil yang besarannya diatur berdasarkan undang-undang keberadaan industri migas, lanjut dia, membawa banyak manfaat antara lain memberikan kesempatan kerja dan usaha warga di sekitar lokasi eksplorasi minyak.

Contoh yang paling jelas adalah perusahaan diwajibkan menggunakan komponen lokal serta  membelanjakan modalnya sebesar Rp 5 miliar di lokasi. “Kami setiap tahun menggelontorkan dana Rp 4 miliar untuk pemberdayaan ekonomi,” kata dia. Penggunaannya antara lain untuk mendanai beasiswa mahasiswa, guru maupun pelajar. 

Sumber

agenda

05
Des
17
27
Nov
17
06
Nov
17
Ujian Tengah Semester
06 Nov 2017 - 18 Nov 2017
04
Nov
17
Seminar Nasional
04 Nov 2017

pengumuman

Jadwal KRS Online

08 Sep 2017 10:41:32 WIB

Kalender Akademik T.A 2017/2018

08 Sep 2017 10:41:18 WIB

Talkshow Psikologi Juli 2017

12 Jun 2017 11:55:07 WIB

Info UAS (Ujian Akhir Semester)

10 Jun 2017 13:45:29 WIB