Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Duta Energi Bukanlah Sekedar Simbolisasi

  31 Maret 2018

Bagikan postingan ini

Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Proklamasi 45 bersama Shind Environment-Education-Empowerment mengadakan kegiatan Go Green School 2018 di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (29/03). Program ini merupakan bentuk pendampingan dan penguatan kapasitas bagi sekolah terkait energi khususnya efisiensi energi listrik di sekolah dan mengembangkan serta bimbingan teknis dan penyusunan dokumen energi di sekolah.

Dewi Handayani Harahap, M.Psi selaku Wakil Rektor Bidang II dalam sambutannya mengungkapkan sangat senang dengan adanya kegiatan Duta Energi Sekolah 2018. Dewi mengungkapkan, Universitas Proklamasi 45 fokus dengan branding energi dan migas. Beberapa hal yang menunjukkan UP45 sudah fokus pada energi dan migas adalah semua prodi diarahkan pada energi dan migas. Beberapa prestasi yang sudah diraih antara lain juara 1 LITM yang dilaksanakan oleh Dikpora, mahasiswa TL dan TP yang berhasil meraih juara pada lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh PT Badak LNG.

UP45 memiliki PSEL (Pusat Studi Energi dan Lingkungan) yang fokus pada energi dan lingkungan. Proyek-proyek dan penelitian yang dilakukan fokus pada energi dan lingkungan seperti mengubah sampah pasar sorolayan menjadi energi listrik, listrik dari sekam padi, limbah sawit diubah menjadi listrik. Selain itu riset-riset yang dilakukan fokus pada EBT. Dosen-dosen di PSEL juga m memiliki kompor yang berbasis energi serta sel surya walaupun masih skup kecil, tambah Dewi.

Menurut Dewi, di prodi-prodi lain juga peduli terhadap lingkungan seperti psikologi yang memiliki bank sampah. Mahasiswa psikologi aktif menjadi nasabah aktif. Begitu juga dengan dosen-dosennya, salah satunya Dr. Arundati Shinta selaku kaprodi psikologi yang menjadi penggiat bank sampah yang ada di Keraton. Bahkan beliau menjadi kaprodi  terpilih 2 kali berturut-turut karena salah satu inovasi dan ide kreatif yang ditulis beliau adalah tentang bank sampah. Bahkan ketika Beliau lolos di Lemhanas yang ditanya adalah tentang kontribusi ide kreatif beliau adalah melalui bank sampah. Bukan hanya ide tapi beliau sudah mengaplikasikannya di kehidupan sehari.

Menurut dewi, Teknik Lingkungan merupakan prodi baru yang dapat dikatakan sangat produktif. Start awal Prodi Teknik Lingkungan ini sudah bagus. Jika ditanya tentang akreditasi Dewi berharap akreditasinya A, “tapi saat ini kita realistis dulu, masih banyak yang harus ditingkatkan, saat ini B dulu lah” ungkapnya.

Menjadi duta energi bukanlah sekedar simbolisasi tapi harus benar-benar kitanya sendiri peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap energi. Di Teknik Lingkungan, kita fokus terhadap hal itu, bahwa peduli lingkungan peduli energi. Bagi teman-teman yang peduli lingkungan dan mau terlibat dan berpartisipasi demi kelangsungan bumi kita, nah di Teknik lingkungan UP45 lah tempatnya untuk kita berproses bersama, tutupnya. (FAG)