Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

Anak-anak Korban Banjir Ngumpet Takut Hujan

  20 Desember 2017

Bagikan postingan ini

Bencana banjir akibat badai Cempaka yang melanda wilayah DIY, Selasa (28/11/2017), dan merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Gunungkidul, menyisakan sedikit  trauma pada anak-anak.

Sebagian dari mereka masih takut tatkala teringat bencana yang baru saja mereka alami, terutama ketika mengetahui hujan akan turun. “Pascabencana kemarin, anak-anak masih takut akan hujan. Jika ada hujan pada ngumpet,” ungkap Risman, warga Desa Tunggur Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul.

Penuturan ini dia sampaikan di sela-sela menerima kunjungan Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan (HMTP) Universitas Proklamasi (UP) 45 Yoyakarta, Sabtu (16/12/2017).

Kehadiran mahasiswa bersama Komunitas Solidaritas Anak Bangsa (Sabang) ke lokasi bencana itu dalam rangka memberikan pendampingan terhadap anak-anak korban banjir Gunungkidul, sekaligus mendistribusikan bantuan.

Sebelumnya pada Minggu (04/12/2017), HMTP UP 45 Yogyakarta maupun Komunitas Sabang sudah terlebih dulu mendatangi langsung lokasi banjir di Desa Tunggur, salah satu wilayah yang tergenang banjir.

Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan UP 45 diwakili Siska Tri Aprilia, Arno Wahyu Wibowo dan Yoga Asmara beserta Tim Sabang menyalurkan sumbangan yang terkumpul melalui aksi sosial baik online maupun offline.

Penyerahan bantuan tahap dua ini dihadiri lima orang dari Komunitas Sabang dan empat orang dari UP 45. Selain menyumbangkan uang tunai tim relawan juga mendistribusikan beberapa barang di antaranya peralatan sekolah, batako dan genteng.

Adapun batako diterima oleh Suratiman, RT 05 RW 06 Dusun Kwangen Kidul Desa Pacarejo Kecamatan Semanu.

HMTP UP 45 dan Komunitas Sabang juga memberikan pendampingan kepada anak-anak korban bencana. Kegiatan yang dilaksanakan di TK ABA Semanu Kabupaten Gunungkidul tersebut diikuti sekitar 50 anak usia 2 hingga 5 tahun.

Pendampingan berjalan lancar. Anak-anak diajak mengikuti permainan mengasah kreativitas seperti seni lipat kertas origami. Mereka juga menerima semacam parsel berisi snack dan perlengkapan sekolah berupa pensil warna, note book, crayon, kotak pensil.

Diharapkan melalui kunjungan langsung ini dapat memberikan manfaat kepada warga sekitar dan mengobati trauma yang dialami anak-anak pascabanjir.

[sumber]

agenda

16
Apr
18
12
Apr
18
11
Apr
18
23
Mar
18
Diskusi Umum
23 Mar 2018
03
Feb
18
Road To Campus
03 Feb 2018

pengumuman

Informasi Konseling Karir CDC

16 Apr 2018 10:03:58 WIB

Pelatihan Mud Logging

10 Feb 2018 08:27:15 WIB

Jadwal UAS Semester Ganjil TA. 2017/2018

15 Jan 2018 05:06:34 WIB

Info Pengisian Data Ditlitabmas

04 Jan 2018 09:14:39 WIB