Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

PERTAMINA KOMITMEN CARI CADANGAN MIGAS BARU

  29 Jun 2015 10:47:46 WIB

 

PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha PT Pertamina EP terus mencari sumber minyak dan gas bumi (migas) di beberapa wilayah di Indonesia guna menjamin ketersediaan energi nasional. Kegiatan pencarian sumber migas tersebut dilakukan mulai dari Aceh hingga Papua.

Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, melalui kegiatan eksplorasi, Pertamina EP merencanakan kegiatan survey seismic sepanjang 1167 km, yang terdiri dari wilayah area Sumatera Utara untuk survei Garcinia dan Seremban, area Sumatera Selatan untuk survei Karbela dan Selingsing.

"Kemudian area Jawa Barat untuk survei Akasia Besar, area Jawa Timur untuk survei Lumajang, area Kalimantan untuk survei Tanjung dan Bunyu, serta di area Papua untuk survei Kupalanda," kata dia dalam rilisnya, Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Pertamina EP juga menargetkan pemboran eksplorasi sembilan sumur terdiri dari lima sumur wildcat yang dibor pertama kali untuk menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru, dan empat sumur deliniasi untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya.

Dari kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan dapat mencapai target penemuan cadangan sampai 90 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE) selama 2015, yang terdiri dari minyak sebesar 22 juta barel minyak mentah (MMBO) dan gas bumi sebesar 390 miliar standar kaki kubik (BSCF).

Dwi mengatakan, meski harga minyak mentah dunia tengah mengalami pergerakan harga cukup fluktuatif dan harganya saat ini jauh lebih rendah dari periode 2013-2014, namun Pertamina terus berjuang menunjukkan komitmen terbaik untuk bangsa Indonesia.

"Ketahanan energi itu nafasnya ada di penemuan cadangan, kalau tidak dilakukan eksplorasi maka ketahanan energi bisa terganggu. Dan itu yang tidak kami inginkan," tegas dia.

Dalam kunjungan kerjanya ke Bunyu, Dwi mengatakan bahwa kegiatan seismic yang dilakukan di Bunyu pada 2015 ini untuk kelima kalinya, dengan target panjang lintasan sekitar 209 KM yang akan melintas hampir seluruh area Bunyu.

Untuk memperoleh hasil survei yang bagus dan akurat, survey Bunyu akan dikombinasikan dengan survey Gravity, kemudian hasil survei seismik dan gravity Bunyu 2015 akan diintegrasikan dengan hasil survei geofisika lainnya yaitu Survei Passive Seismic dan Survei Magnetotellurics agar diharapkan dapat menggambarkan model bawah permukaan area Bunyu dengan lebih baik.

"Seluruh upaya yang kami lakukan ini demi menemukan cadangan migas bagi kepentingan Indonesia. maka dari itu kami memohon dukungan dari para pemangku kepentingan agar kegiatan seismic ini dapat berjalan dengan lancar," tandas Dwi.



Sumber : www.sindonews.com

Dikutip oleh : www.up45.ac.id