Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
The University of Petroleum

IRAN DAN UEA SIAP PASOK MIGAS

  06 Jun 2015 09:11:29 WIB

Menteri ESDM Sudirman Said mendapat jaminan dari dua negara penghasil minyak dan gas Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memenuhi kebutuhan minyak dan elpiji Indonesia dalam jumlah sangat besar dan dalam jangka waktu panjang. Jaminan itu diperoleh di Wina, Austria, saat menghadiri seminar OPEC.

Sudirman juga melakukan pertemuan bilateral dengan berbagai delegasi negara, seperti, Irak, Angola, Arab Saudi, dan Kuwait.

“Iran menawarkan kondensat dalam jumlah besar dan LPG. Saat ini, produksi Iran untuk kondensat adalah 1 juta barel dan produksi elpiji 15 juta Metrik Ton (MT),” kata Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/). Namun, kerjasama tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sambil menunggu dicabutnya sanksi perdagangan terhadap negara Iran oleh komunitas internasional.

Seperti diketahui, Menteri ESDM Sudirman Said menghadiri pertemuan 6th International Seminar OPEC, 3-4 Juni 2015, di Hofburg Palace, Vienna, Austria. Seminar ini mengangkat tema “Petroleum: An Engine for Global Development”.

Disebutkan pula, Iran juga membuka peluang bagi Indonesia untuk berinvestasi pendirian pabrik pupuk. Ini mengingat harga gas di Iran sangat murah berkisar 2 dolar hingga 3 dolar AS/MM BTU.

”Lokasi yang ditawarkan adalah di bagian selatan Iran yang dekat berbatasan dengan Pakistan. Jika program ini diimplementasikan, maka Indonesia dapat memiliki suplai pupuk urea yang kompetitif dalam jangka panjang,” ungkapnya. Harga gas internasional saat ini berkisar di atas 10 dolar AS/MMBTU.

“Iran juga membuka peluang bagi PT Pertamina (Persero) untuk masuk ke dalam kegiatan usaha hulu, baik sebagai operator atau pemegang share,” lanjut Sudirman.

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) juga membuka peluang untuk berinvestasi melalui National Oil Company (NOC) Mubadala Petroleum untuk mengoperasikan blok-blok minyak di Indonesia. Saat ini Mubadala telah mengoperasikan Blok Sebuku dan juga tengah melakukan joint study (tahap awal eksplorasi) di wilayah Natuna.

“Di sisi hilir pemerintah UEA menawarkan crude dan BBM dengan skema pembelian langsung antar-NOC tanpa perantara. Pemerintah UEA juga menawarkan untuk berpartisipasi dalam penanaman investasi untuk pembangunan kilang minyak,” ungkap Sudirman.

Nasib RI sebagai anggota OPEC akan ditentukan Jumat waktu setempat. Indonesia sudah tidak aktif lagi di organisasi eksportir minyak internasional itu, sejak 2009.

 

Sumber : www.suarakarya.id

Artikel Terkait

MENOLONG DENGAN PAMRIH
25 Ags 2015 02:05:25 WIB
Perayaan Hari Valentine
25 Ags 2015 02:06:39 WIB